Belanja APBN 2026 Naik, Pemerintah Fokuskan Bansos ke Masyarakat

AKURAT.CO Pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan untuk memperkuat program-program yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Salah satunya melalui peningkatan belanja subsidi dan bantuan sosial (bansos) yang nilainya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, belanja pemerintah pusat dalam APBN 2026 meningkat signifikan dari sekitar Rp950 triliun menjadi Rp1.300 triliun.
Kenaikan tersebut, menurut dia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial.
Baca Juga: PPN Berbalik Positif di November, Kemenkeu Optimistis Hingga Akhir Tahun
“Terkait peningkatan anggaran dari sekitar Rp950 triliun menjadi Rp1.300 triliun, itu merupakan belanja pemerintah pusat di seluruh kementerian dan lembaga yang memang dimaksudkan untuk langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” ujar Suahasil di Bandung, Jawa Barat, Senin.
Suahasil menegaskan, tambahan belanja tersebut tidak digunakan untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN).
Anggaran justru difokuskan pada program-program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, serta berbagai bansos lain yang langsung diterima keluarga penerima manfaat.
Menurut dia, arah kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi.
APBN 2026 sendiri telah ditetapkan bersama DPR. Seluruh kementerian dan lembaga juga telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), sehingga siap menjalankan program sejak awal tahun anggaran.
Baca Juga: Kemenkeu Lapor: Cukai Tetap Tumbuh Meski Produksi Rokok Turun
“Kesiapan ini terlihat dari pelaksanaan awal anggaran, seperti pembayaran gaji pegawai yang biasanya dilakukan 2 Januari, serta penyaluran transfer ke daerah sejak awal tahun,” kata Suahasil.
Pemerintah berharap, dengan belanja yang lebih terfokus pada bansos, manfaat APBN 2026 dapat langsung dirasakan masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi yang lebih merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








