Akurat

Dapat Tambahan Anggaran 100 Persen di 2026, Menteri PKP Apresiasi Komisi V DPR

Yosi Winosa | 27 November 2025, 17:51 WIB
Dapat Tambahan Anggaran 100 Persen di 2026, Menteri PKP Apresiasi Komisi V DPR

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan Komisi V DPR atas persetujuan peningkatan anggaran Kementerian PKP pada tahun 2026. 

Kenaikan tersebut mencapai sekitar 100% dibandingkan alokasi anggaran sebelumnya. Ara menilai keputusan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat program penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
 
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menko, Menteri Keuangan, serta teman-teman di DPR atas dukungan yang luar biasa. Tahun depan anggaran kementerian kami naik 100 persen,” ujar ara di Jakarta, Kamis (27/11/2025). 
 
Dirinya menjelaskan, persetujuan kenaikan anggaran tidak terlepas dari capaian serapan anggaran Kementerian PKP pada tahun 2025 yang dinilai efektif. 
 
Berdasarkan laporan kepada Komisi V DPR, hingga 18 November 2025 realisasi anggaran tercatat mencapai Rp3,66 triliun atau 77,65% dari total pagu efektif sebesar Rp4,72 triliun. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 97,26% hingga akhir periode anggaran.
 
 
Maruarar menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR. Ia menegaskan bahwa efektivitas serapan anggaran menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam memberikan tambahan dukungan pendanaan.
 
“Kami bekerja keras agar seluruh program fisik dan prioritas selesai tepat waktu tahun ini. Semua capaian ini juga berkat dukungan penuh dari Komisi V DPR,” kata Ara.
 
Salah satu program dengan serapan terbesar adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang kini telah terserap 94,48% atau setara Rp964,35 miliar dari total pagu Rp1,02 triliun. 
 
Dengan dana tersebut, Kementerian PKP berhasil mendukung pembangunan 45.073 rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 
Selain BSPS, pembangunan rumah susun menunjukkan progres positif. Realisasi anggaran untuk program tersebut tercatat Rp1,93 triliun atau 77,26% dari target pembangunan 2.270 unit. 
 
Sementara itu, pembangunan rumah khusus telah mencapai realisasi Rp183,48 miliar atau 79,85% untuk 476 unit yang tersebar di berbagai daerah terdampak bencana.
 
Program lain seperti penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), penanganan kawasan kumuh, serta pengembangan sanitasi juga menunjukkan kemajuan signifikan. 
 
Menurut Maruarar, seluruh program tersebut telah memasuki tahap pembangunan fisik dan dipastikan berjalan sesuai rencana. “Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang layak, bersih, dan sehat. Rumah layak adalah fondasi bagi keluarga yang kuat dan produktif,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa