Akurat

Naik 8 Kali Lipat, Program Bedah Rumah Kementerian PKP 2026 Bidik 400.000 Unit Perumahan

Yosi Winosa | 27 November 2025, 16:50 WIB
Naik 8 Kali Lipat, Program Bedah Rumah Kementerian PKP 2026 Bidik 400.000 Unit Perumahan

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program bedah rumah yang dijalankan kementeriannya akan mengalami peningkatan tajam mulai tahun 2026. 

Pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan hunian untuk ratusan ribu keluarga berpenghasilan rendah guna mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia.
 
Ara mengungkapkan, pada tahun 2025 program bedah rumah ditargetkan menyentuh 45.000 unit. Namun, setahun kemudian jumlah tersebut melonjak secara signifikan menjadi 400.000 unit. 
 
Menurutnya, peningkatan delapan kali lipat itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan di bidang perumahan.
 
“Dari 45.000 menjadi 400.000 itu, mungkin sekitar delapan kali lipat jumlahnya,” ujar Ara di Jakarta, Kamis (27/11/2025). 
 
 
Dirinya menyebut, langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
 
Maruarar menjelaskan, bedah rumah merupakan program prioritas yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi rumah tinggal yang sebelumnya tidak layak menjadi layak huni. 
 
Dengan peningkatan unit yang signifikan, pemerintah berharap dapat mempercepat pengurangan backlog maupun jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.
 
“Ini membuktikan Bapak Prabowo, sebagai Presiden, sangat memperhatikan rumah rakyat yang tidak layak huni,” katanya. 
 
Dirinya menegaskan bahwa kualitas hidup masyarakat sangat ditentukan oleh kondisi tempat tinggal yang aman dan sehat.
 
Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau kegiatan bedah rumah telah menjadi bagian dari agenda nasional untuk memastikan setiap warga memiliki akses terhadap hunian yang layak. 
 
Pemerintah menilai perbaikan rumah tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kenyamanan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas masyarakat.
 
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan target penerima manfaat BSPS mencapai 400.000 unit pada 2026. 
 
Ara menilai, target tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat penanganan masalah perumahan rakyat.
 
Maruarar menambahkan, percepatan program bedah rumah akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat.
 
Ia berharap pelaksanaan program dapat berjalan transparan dan tepat sasaran.
 
Pemerintah mencatat, saat ini jumlah hunian yang termasuk kategori tidak layak huni mencapai 26,9 juta unit. Dengan penguatan program bedah rumah, pemerintah menargetkan jumlah tersebut bisa ditekan secara bertahap.
 
“Dengan kerja bersama, kita ingin memastikan setiap warga Indonesia memiliki rumah yang layak dan bermartabat,” tegasnya.
 
Program bedah rumah disebut akan menyasar berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa