Akurat

5 Keistimewaan Abu Hurairah, Sahabat Nabi yang Dikenal Jenius dan Hafal Ribuan Hadits Nabi

Lufaefi | 11 Juni 2024, 10:54 WIB
5 Keistimewaan Abu Hurairah, Sahabat Nabi yang Dikenal Jenius dan Hafal Ribuan Hadits Nabi

AKURAT.CO Salah satu sahabat Nabi Muhammad yang paling masyhur adalah Abu Hurairah. Beliau dikenal sebagai sahabat yang jenius dan hafal ribuan hadits.

Dikenal hafal ribuan hadits, Abu Hurairah memiliki keistimewaan yang tidak banyak dimiliki oleh sahabat-sahabat Nabi yang lain.

Berikut adalah 5 di antara keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan jarang dimiliki oleh sahabat-sahabat Nabi yang lain:

1. Dapat Membaca dan Menulis saat Masih Jarang Orang yang Mampu

Disebut dalam kitab Rijauln Haula Rasul, karya Muhammad Khalid yang diterjemahkan Agus Suwandi, keistimewaan Abu Hurairah RA yang pertama adalah dapat membaca dan menulis di saat hanya sedikit orang bisa melakukannya.

Pada zaman Abu Hurairah RA hidup, kemampuan menulis dan membaca merupakan hal yang langka, yakni hanya sedikit orang yang bisa melakukannya. Bahkan orang-orang Eropa, termasuk raja-rajanya, juga masih banyak yang buta huruf.

Baca Juga: Apa itu Dinasti dalam Kerajaan Islam? Berikut Pengertian, Contoh dan Kelebihan serta Kekurangannya

Di lain sisi, penulis dan tulisan sangat dibutuhkan di kalangan masyarakat. Dengan izin Allah SWT, Abu Hurairah RA sudah memiliki kemampuan tersebut, yaitu membaca dan menulis. Namun dirinya bukan seorang penulis.

2. Memiliki Otak Jenius

Kemampuan Abu Hurairah RA dalam menghafal sangatlah tinggi. Ia dapat mengingat hampir seluruh perkataan Rasulullah SAW semasa beliau hidup. Inilah yang menjadi keistimewaan Abu Hurairah RA selanjutnya.

Dirinya memang sedikit telat ketika masuk Islam, namun keterlambatan inilah yang memotivasinya untuk terus berkembang dan mengejar ketertinggalannya di antara para sahabat yang lain.

Abu Hurairah RA bukan orang yang kaya. Dirinya tidak memiliki tanah untuk ditanami atau dagangan yang menyibukkannya. Oleh karena itu, ia selalu mengikuti Rasulullah SAW ke mana pun beliau pergi.

Abu Hurairah RA membaktikan dirinya dan kemampuan mengingatnya itu untuk menghafal hadits dan wejangan yang disampaikan Rasulullah SAW. Bahkan setelah Rasulullah SAW meninggal, dirinya terus menyampaikan hadits-hadits.

3. Sahabat yang Meriwayatkan Hadits Paling Banyak

Abu Hurairah RA pernah berkata tentang dirinya, "Tidak ada seorang pun dari sahabat rasul yang lebih banyak menghafal hadits selain aku, kecuali Abdullah bin Amr bin Al Ash, karena ia pandai menuliskannya, sedangkan aku tidak."

Imam Syafi'i juga pernah mengatakan pendapat tentang Abu Hurairah RA, "Ia seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi hadits semasanya."

Dalam sumber sebelumnya disebutkan bahwa, keistimewaan Abu Hurairah RA adalah dirinya telah meriwayatkan 5.300 hadits Rasulullah SAW. Masyaallah!

Ketika ada yang meragukan tentang kesahihan hadits yang ia sampaikan, Abu Hurairah RA menjelaskannya dengan tenang seraya berkata,

Baca Juga: Doa Masuk Kota Madinah dan ketika Hendak Masuk Masjid Nabawi

"Ketahuilah bahwa orang-orang Muhajirin di luar waktu perang banyak yang disibukkan dengan urusan bisnis mereka. Sedang orang Anshar mengurus kebun-kebun mereka. Sedang aku, hanyalah orang miskin yang memiliki waktu luang. Maka aku gunakan waktuku untuk mendampingi Rasulullah. Hingga aku ada di sisi beliau saat saudara-saudara yang lain tidak hadir."

4. Rajin Beribadah kepada Allah SWT

Keistimewaan Abu Hurairah RA yang keempat adalah dia merupakan orang yang terkenal rajin beribadah. Tak lupa ia selalu mengajak istri dan anak perempuannya.

Di malam hari ia menjauhkan dirinya dari tempat tidur untuk menghidup-hidupkan salat dan berzikir kepada Allah SWT.

Abu Hurairah RA juga tidak pernah melewatkan perang-perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Bahkan ketika beliau sudah tidak ada, dirinya tetap mengikuti jihad di jalan Allah SWT tersebut.

Tak heran apabila dirinya kemudian ditunjuk sebagai gubernur Bahrain.

5. Sangat Merindukan Surga

Abu Hurairah RA hidup sampai usianya 78 tahun. Ketika sakit, dirinya sangat berharap kematian karena ia sangat merindukan Allah SWT dan surga-Nya. Inilah yang menjadi keistimewaan Abu Hurairah RA yang terakhir.

Di saat orang-orang yang datang menjenguknya mendoakannya untuk cepat sembuh, dirinya malah berkata, "Ya Allah, sungguh aku sudah sangat rindu kepada-Mu. Semoga Engkau juga rindu bertemu denganku."

Wallahu A'lam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.