Nama Asli Abu Bakar As-Shiddiq Adalah? Berikut Perjuangannya untuk Islam

AKURAT.CO Abu Bakar As-Shiddiq merupakan salah satu tokoh sentral dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW, khalifah pertama dalam Khulafaur Rasyidin, dan sosok yang penuh keikhlasan serta keberanian dalam membela agama. Namun, tahukah kita bahwa “Abu Bakar As-Shiddiq” bukanlah nama aslinya?
Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Abi Quhafah. Ayahnya bernama Utsman bin Amir, yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Quhafah, dari suku Quraisy. Nama “Abu Bakar” adalah kunyah (gelar kehormatan) yang berarti “ayah dari unta muda” — sebuah bentuk penamaan yang lumrah dalam tradisi Arab kala itu.
Sementara gelar “As-Shiddiq” diberikan oleh Nabi Muhammad SAW lantaran keimanannya yang teguh dan kejujurannya yang tak tergoyahkan, terutama ketika ia membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj tanpa keraguan sedikit pun.
Abu Bakar tumbuh dalam lingkungan masyarakat Mekah yang masih terjerat dalam budaya jahiliyah. Namun, ia dikenal sebagai seorang yang tidak pernah menyembah berhala, bahkan sejak sebelum menerima Islam. Kepribadiannya yang lembut, jujur, dan bijaksana menjadikannya sosok yang dihormati, tidak hanya oleh kaum Muslimin, tetapi juga oleh para bangsawan Quraisy.
Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Abu Bakar menjadi orang dewasa pertama yang menyatakan keislamannya tanpa keraguan.
Sejak itu, ia menjadi penopang utama dakwah Nabi, baik dalam dukungan moral, fisik, maupun finansial. Dalam banyak kesempatan, ia menggunakan hartanya untuk membebaskan budak-budak Muslim yang disiksa, seperti Bilal bin Rabah.
Perjuangan Abu Bakar tidak berhenti pada masa dakwah di Mekah. Ia turut berhijrah bersama Nabi ke Madinah dalam situasi yang penuh bahaya. Bahkan, ia adalah satu-satunya sahabat yang menemani Rasulullah dalam Gua Tsur saat dikejar kaum Quraisy. Ketulusan cintanya kepada Rasulullah tergambar jelas dari kegelisahannya terhadap keselamatan Nabi melebihi dirinya sendiri.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, umat Islam mengalami masa genting. Abu Bakar, dengan ketegasan dan kebijaksanaan, diangkat sebagai khalifah pertama.
Salah satu kebijakan penting yang ia ambil adalah memerangi kelompok murtad dan penolak zakat dalam Perang Riddah. Ia juga mengawal proses pengumpulan mushaf Al-Qur’an agar wahyu yang telah diturunkan tidak hilang atau tercecer seiring wafatnya para penghafal Qur’an.
Masa pemerintahannya memang singkat, hanya sekitar dua tahun, tetapi fondasi yang ia bangun sangat kokoh dan menjadi pijakan penting bagi perkembangan Islam selanjutnya. Kepemimpinannya dikenal bersih, penuh amanah, dan senantiasa mengedepankan musyawarah.
Baca Juga: Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei Janji Buat Israel Hidup Lebih Suram
Abu Bakar wafat pada tahun 634 M dan dimakamkan di sebelah makam Rasulullah di Madinah, di dalam Masjid Nabawi. Sosoknya dikenang sebagai teladan keimanan dan kesetiaan sejati kepada Allah dan Rasul-Nya.
Nama Abdullah bin Abi Quhafah mungkin tidak sepopuler panggilannya, tetapi di balik nama aslinya itu, tersimpan kisah perjuangan luar biasa seorang manusia pilihan yang menjadikan hidupnya sepenuhnya untuk Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










