Akurat

Apa Itu Overthinking Menurut Psikologi? Bukan Sekadar Berpikir Biasa

Eko Krisyanto | 3 Februari 2026, 10:39 WIB
Apa Itu Overthinking Menurut Psikologi? Bukan Sekadar Berpikir Biasa

AKURAT.CO Banyak orang menganggap overthinking adalah bentuk kehati-hatian dalam mengambil keputusan atau wujud kepedulian yang tinggi terhadap masa depan.

Namun, dalam kacamata psikologi, kondisi ini sering kali justru menjadi "penjara mental" yang menghambat produktivitas dan memicu kecemasan yang mendalam.

Memahami apa yang terjadi di dalam pikiran saat overthinking adalah langkah awal yang sangat krusial.

Hal ini bertujuan agar Anda dapat membedakan mana proses berpikir yang sehat dan mana yang justru merusak kesejahteraan emosional Anda.

Definisi Overthinking secara Psikologis

Dalam istilah psikologi, overthinking sering disebut sebagai ruminasi (rumination). Ini adalah kecenderungan untuk memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang dengan fokus pada masalah, bukan pada penyelesaian.

Proses ini sangat berbeda dengan pemecahan masalah (problem solving). Jika pemecahan masalah berfokus pada langkah-langkah konkret untuk mencari solusi, overthinking justru terjebak dalam lingkaran emosi negatif tanpa menghasilkan tindakan nyata.

Hal ini sering kali membuat seseorang merasa lelah secara mental meskipun tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Dua Bentuk Utama Overthinking yang Sering Terjadi

Para ahli psikologi umumnya membagi kebiasaan berpikir berlebihan ini ke dalam dua pola perilaku utama yang memengaruhi suasana hati seseorang:

1. Ruminasi Masa Lalu (Dwelling on the Past)

Seseorang terus-menerus memutar kembali ingatan tentang kejadian yang sudah lewat dan tidak bisa diubah.

Pikiran seperti "Seharusnya saya tidak bicara begitu saat rapat" atau "Andai saya memilih jalan itu" terus berputar dan memicu rasa bersalah serta malu yang tidak berujung.

2. Kekhawatiran Masa Depan yang Berlebihan (Worrisome)

Pola ini melibatkan prediksi negatif yang terus-menerus tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Anda cenderung menciptakan skenario terburuk (catastrophizing) dalam pikiran.

Hal ini menciptakan stres sebelum masalahnya benar-benar ada, sehingga energi Anda habis untuk mencemaskan hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Dampak Overthinking terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Jika dibiarkan terus-menerus, overthinking tidak hanya menyerang pikiran, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Secara mental, kebiasaan ini dapat menurunkan kepercayaan diri karena Anda terus meragukan keputusan yang telah diambil.

Secara fisik, overthinking sering kali menyebabkan gangguan tidur (insomnia), sakit kepala akibat otot leher yang tegang, hingga gangguan pencernaan karena tubuh terus-menerus berada dalam mode waspada (stress mode).

FAQ: Menghadapi Pikiran Berlebih

Apakah overthinking termasuk gangguan jiwa?

Overthinking sendiri bukanlah diagnosa gangguan jiwa secara mandiri. Namun, dalam dunia medis, ia sering dikategorikan sebagai gejala atau pemicu dari kondisi yang lebih serius seperti Gangguan Kecemasan Umum (Anxiety Disorder) atau depresi.

Bagaimana cara praktis untuk mulai berhenti overthinking?

Gunakan teknik "Batasan Waktu". Berikan waktu maksimal 15 menit setiap sore untuk memikirkan semua beban Anda.

Setelah waktu habis, tuliskan kekhawatiran tersebut di kertas dan paksa pikiran Anda untuk pindah ke aktivitas yang membutuhkan fokus motorik, seperti berolahraga atau merapikan meja.

Apakah meditasi benar-benar efektif mengatasinya?

Sangat efektif. Meditasi melatih kesadaran (mindfulness) agar Anda bisa melihat pikiran hanya sebagai "objek" yang lewat di kepala, bukan sebagai kenyataan pahit yang harus diikuti. Ini membantu Anda untuk tetap berpijak pada momen saat ini (present moment).

Kesimpulan

Apa itu overthinking menurut psikologi adalah proses berpikir berulang yang bersifat destruktif karena tidak bermuara pada solusi.

Dengan menyadari bahwa pikiran hanyalah produk dari otak dan bukan selalu kebenaran absolut, Anda bisa mulai berlatih untuk melepaskan beban pikiran tersebut dan fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan saat ini.

Laporan: Nasywa Mutiara Pratista/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK