Akurat

Mengapa Tubuh Manusia Lebih Mudah Sakit di Era Modern? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Yusuf Tirtayasa | 25 Desember 2025, 21:17 WIB
Mengapa Tubuh Manusia Lebih Mudah Sakit di Era Modern? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Kemajuan teknologi dan medis membuat manusia hidup lebih lama, tetapi di sisi lain, penyakit kronis justru semakin meningkat. Obesitas, diabetes, gangguan autoimun, hingga masalah kesehatan mental kini lebih sering dijumpai, bahkan pada usia produktif.

Menurut para ilmuwan, salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara gaya hidup modern dan kebutuhan biologis tubuh manusia.

Secara evolusioner, tubuh dirancang untuk bergerak aktif, terpapar alam, dan mengonsumsi makanan alami. Namun realitas modern justru sebaliknya.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan lemak olahan, stres kronis, serta gangguan tidur menjadi faktor utama meningkatnya penyakit tidak menular (non-communicable diseases).

Selain itu, paparan polusi udara dan cahaya buatan juga memengaruhi sistem imun dan hormon tubuh. Penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa stres lingkungan berkepanjangan dapat memicu peradangan kronis tingkat rendah, yang menjadi akar berbagai penyakit modern.

Ironisnya, kenyamanan teknologi sering mengurangi sinyal alami tubuh. Kurang bergerak, jarang terkena sinar matahari, dan terlalu lama menatap layar membuat sistem biologis bekerja tidak optimal.

Para ahli menekankan bahwa solusi tidak selalu harus ekstrem. Mengembalikan kebiasaan dasar seperti tidur cukup, bergerak rutin, mengonsumsi makanan minim proses, serta membatasi paparan digital berlebihan dapat membantu tubuh beradaptasi lebih sehat di era modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.