Sudah Makan Sedikit Tapi Berat Badan Tidak Turun? Periksa Jawabannya di Sini

AKURAT.CO Banyak orang merasa telah berupaya keras menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan, menghindari camilan hingga mencatat setiap kalori yang masuk. Namun, bagi sebagian orang, timbangan justru tetap berada di angka yang sama.
Meski terlihat sederhana, proses penurunan berat badan melibatkan mekanisme tubuh yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar makan lebih sedikit.
Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan yang secara alami akan menyesuaikan metabolisme, hormon dan penyimpanan energi ketika pola makan berubah.
Berikut penjelasan menyeluruh mengenai alasan-alasan umum mengapa diet tidak memberikan hasil optimal, meskipun seseorang sudah merasa sangat membatasi diri.
1. Stres Berkepanjangan Mengacaukan Regulasi Nafsu Makan
Tekanan emosional yang terus berulang baik karena pekerjaan, akademik, maupun persoalan pribadi, dapat memicu peningkatan hormon kortisol.
Tanpa disadari, tubuh berada dalam kondisi bertahan, sehingga lebih memilih menyimpan lemak ketimbang membakarnya.
2. Kurangnya Kualitas Tidur Mengganggu Metabolisme
Durasi dan kualitas tidur memengaruhi dua hormon penting: ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pengatur rasa kenyang).
Ketika tidur kurang, keseimbangan kedua hormon ini terganggu sehingga seseorang lebih mudah lapar dan sulit mengendalikan keinginan makan.
Rasa lelah akibat kurang tidur juga menurunkan motivasi untuk bergerak, membuat pembakaran kalori harian menjadi jauh lebih sedikit.
3. Pola Makan Tidak Teratur Memicu Konsumsi Kalori Berlebih
Mengurangi porsi makan tidak selalu efektif jika dilakukan secara tidak teratur. Melewatkan jam makan atau menunda makan terlalu lama membuat tubuh merasa kekurangan energi, sehingga ketika kesempatan makan datang, seseorang cenderung makan lebih banyak.
4. Minim Aktivitas Fisik Menghambat Pembakaran Energi
Diet tanpa aktivitas fisik ibarat mengendarai kendaraan tanpa mesin. Olahraga tidak harus berat, tetapi harus konsisten.
Kombinasi latihan kekuatan dan aktivitas aerobik terbukti mendukung penurunan berat badan secara lebih efektif.
5. Pengaruh Obat-obatan Tertentu pada Peningkatan Berat Badan
Beberapa obat untuk kesehatan mental, lambung, atau kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
Bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang, penyesuaian dosis atau alternatif obat biasanya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu.
6. Cheat Day Tidak Terkontrol Menghapus Kemajuan Diet
Istirahat dari diet sesekali bisa membantu menjaga stabilitas mental. Namun, cheat day yang terlalu sering atau tidak terukur dapat menyumbang kalori dalam jumlah besar dalam waktu singkat bahkan melebihi defisit kalori yang telah dibangun selama beberapa hari sebelumnya.
7. Asupan Gizi Tidak Seimbang Menyulitkan Penurunan Berat Badan
Mengurangi satu jenis nutrisi secara ekstrem, seperti karbohidrat, tidak menjamin keberhasilan diet jika tidak diikuti dengan asupan nutrisi lain yang seimbang.
Kekurangan energi dapat memicu tubuh memasuki mode hemat energi, sehingga pembakaran kalori menjadi lambat.
8. Resistensi Insulin Membuat Tubuh Lebih Mudah Menyimpan Lemak
Pada sebagian individu, tubuh mengalami kesulitan mengolah glukosa sebagai energi. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin, yang membuat kelebihan glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak.
Meski porsi makan sudah kecil, proses penurunan berat badan tetap terhambat karena metabolisme tidak bekerja secara optimal.
9. Cara Makan Terburu-buru Mengabaikan Sinyal Kenyang
Kebiasaan makan cepat, makan sambil bekerja, atau tidak memperhatikan rasa makanan dapat membuat seseorang tidak menyadari kapan tubuh sebenarnya sudah cukup.
Makan secara perlahan dan penuh kesadaran membantu tubuh mengenali sinyal kenyang dan mencegah konsumsi kalori berlebih.
10. Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Gula tambahan tidak hanya ditemukan pada makanan manis atau dessert. Lonjakan gula darah yang cepat kemudian turun secara drastis dapat memicu rasa lapar kembali, membuka peluang makan lebih banyak.
11. Target yang Terlalu Agresif Memicu Kekecewaan
Sejumlah orang menetapkan target yang sulit dicapai dalam waktu singkat. Ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, motivasi menurun dan pola diet menjadi tidak stabil.
Penurunan berat badan yang ideal biasanya berlangsung perlahan, sejalan dengan adaptasi tubuh terhadap pola hidup baru.
Kegagalan diet bukan semata-mata karena kurangnya usaha. Ada berbagai faktor yang bekerja secara bersamaan dan dengan memahami penyebab-penyebab ini membantu siapa pun menyusun strategi yang lebih tepat dan realistis, sekaligus menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









