Waspadai, Ini 6 Tanda Jantung Lemah yang Sering Diabaikan

AKURAT.CO Jantung merupakan organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
Namun, ketika otot jantung melemah, kemampuannya dalam memompa darah menjadi berkurang. Kondisi inilah yang dikenal dengan istilah jantung lemah atau kardiomiopati.
Jika tidak segera ditangani, jantung lemah dapat berkembang menjadi gagal jantung yang berbahaya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai tanda-tanda jantung lemah, penyebabnya, dan cara mencegahnya.
Apa Itu Jantung Lemah?
Jantung lemah adalah kondisi ketika otot jantung kehilangan kekuatannya untuk memompa darah secara optimal.
Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.
Bila hal ini dibiarkan, tubuh bisa kekurangan oksigen dan cairan dapat menumpuk di berbagai bagian tubuh seperti paru-paru, perut, atau kaki.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan biasanya berkembang secara bertahap.
Tanda-tanda Jantung Lemah
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda jantung lemah yang perlu Anda waspadai agar dapat segera mengenalinya sejak dini:
1. Sesak Napas
Salah satu gejala paling umum jantung lemah adalah sesak napas, terutama ketika beraktivitas atau saat berbaring. Hal ini terjadi karena darah dan cairan menumpuk di paru-paru akibat pompa jantung yang tidak bekerja dengan baik.
2. Mudah Lelah dan Lemah
Tubuh menjadi cepat lelah bahkan saat melakukan aktivitas ringan. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang tidak cukup membawa oksigen ke otot dan organ tubuh.
3. Pembengkakan pada Kaki atau Perut
Kaki, pergelangan kaki, dan perut dapat mengalami pembengkakan karena penumpukan cairan. Ini merupakan tanda bahwa jantung tidak mampu mengalirkan darah kembali dengan baik.
4. Detak Jantung Tidak Teratur
Detak jantung bisa terasa terlalu cepat, lambat, atau bahkan tidak beraturan. Gejala ini muncul karena jantung berusaha keras memompa darah lebih efisien.
5. Nyeri Dada
Aliran darah yang tidak lancar ke otot jantung dapat menimbulkan rasa nyeri, berat, atau tekanan di dada. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gejala gangguan lain, padahal bisa menjadi tanda jantung lemah.
6. Gejala Lain yang Jarang Disadari
Beberapa gejala lain yang juga perlu diwaspadai antara lain batuk kering, pusing, mual, kehilangan nafsu makan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Penyebab dan Faktor Risiko Jantung Lemah
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami jantung lemah, antara lain;
● Usia lanjut, terutama di atas 65 tahun.
● Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kardiomiopati.
● Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang.
● Penyakit penyerta seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau infeksi jantung.
● Kebiasaan buruk, seperti merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat-obatan terlarang.
● Kurang olahraga dan stres berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya jantung lemah.
Cara Mencegah Jantung Lemah
Pencegahan jantung lemah bisa dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat, di antaranya:
● Rutin berolahraga sesuai kemampuan tubuh.
● Mengonsumsi makanan bergizi dengan banyak sayur, buah, dan rendah lemak jenuh.
● Hindari rokok, alkohol, dan narkoba.
● Kelola stres dengan baik dan cukup tidur setiap hari.
● Rutin memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.
● Jika memiliki penyakit seperti hipertensi atau diabetes, kontrol secara rutin dengan bantuan dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, kelelahan ekstrem, atau detak jantung tidak beraturan.
Jika disertai nyeri dada yang berat dan menjalar ke lengan atau rahang, segera cari pertolongan medis karena bisa menjadi tanda serangan jantung.
Jantung lemah merupakan kondisi serius yang dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak ditangani sejak dini.
Mengenali gejala seperti sesak napas, mudah lelah, atau pembengkakan tubuh menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit ini lebih cepat.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan jantung, Anda dapat menurunkan risiko sekaligus menjaga fungsi jantung tetap optimal.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









