Menperin Agus: IKM Perhiasan Dalam Negeri Harus Kuasai Pasar Global

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat akses promosi dan perluasan jejaring bisnis IKM perhiasan dalam negeri.
Adapun, industri perhiasan dalam negeri memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global. Karakteristiknya yang berbasis desain, keterampilan, dan inovasi menjadikan industri ini tidak hanya berorientasi pada komoditas, tetapi juga estetika, budaya, dan identitas.
Produk perhiasan Indonesia dikenal memiliki keunggulan pada keragaman desain, penggunaan material seperti emas, perak, mutiara, dan batu mulia, serta sentuhan kearifan lokal yang menjadi daya tarik di pasar domestik maupun internasional.
Baca Juga: Isu PHK 400 Karyawan Mie Sedaap, Kemenperin: Tenaga Outsourcing Bukan Karyawan Tetap
Potensi tersebut semakin terbuka lebar seiring dengan tren global yang mengapresiasi produk handmade, custom design, dan sustainable jewellery.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong kebijakan dan program strategis untuk memperkuat industri perhiasan nasional, baik dari sisi produksi maupun ekspor.
“Kementerian Perindustrian akan terus mengupayakan program dan kebijakan strategis yang mendukung pelaku industri perhiasan nasional melalui perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas, serta pengembangan ekspor. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia di tengah dinamika pasar global,” kata Agus dikutip dari laman Kemenperin, Jumat (27/2/2026).
Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), berbagai program dan kebijakan strategis telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 untuk mendukung penguatan industri perhiasan.
Program tersebut meliputi pemberian akses promosi melalui partisipasi dalam pameran, pelaksanaan program e-Smart IKM, workshop ekspor bagi IKM perhiasan, fasilitasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta bimbingan teknis bagi pelaku industri perhiasan.
Baca Juga: Kemenperin Dukung Gentengisasi, Industri Keramik Siap Digenjot
Upaya ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta percepatan penerapan transformasi industri 4.0 guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri perhiasan nasional.
Industri perhiasan merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ekspor kumulatif barang perhiasan dan barang berharga pada Januari hingga November 2025 mencapai USD8,4 miliar.
Nilai tersebut bahkan lebih besar 65,29% dibandingkan capaian ekspor sepanjang tahun 2024 (Januari–Desember) yang sebesar USD 5,5 miliar. Peningkatan ini menunjukkan daya saing industri perhiasan nasional yang terus menguat di pasar global.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat ekosistem industri perhiasan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi dan transformasi industri 4.0, perluasan akses pasar ekspor, serta penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar guna menciptakan struktur industri yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimis industri perhiasan nasional akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Adapun, Kemenperin memfasilitasi pelaku industri perhiasan nasional berpartisipasi dalam pameran berskala internasional seperti pameran Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026 yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) atas konsistensinya dalam penyelenggaraan pameran berskala nasional dan internasional yang memberikan ruang promosi bagi pelaku industri perhiasan, khususnya IKM Perhiasan.
“Penyelenggaraan Jakarta International Jewellery Fair yang diselenggarakan oleh APEPI ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri perhiasan, mulai dari produsen, distributor, toko perhiasan, perusahaan permesinan, desainer, hingga IKM perhiasan untuk memperluas akses pasar, menjalin kemitraan bisnis, serta mengikuti perkembangan tren dan inovasi industri,” ujar Reni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









