Akurat

Klaim Trump soal Rudal Iran yang Bisa Capai Amerika Dibantah Intelijen AS

Fitra Iskandar | 27 Februari 2026, 16:05 WIB
Klaim Trump soal Rudal Iran yang Bisa Capai Amerika Dibantah Intelijen AS
Presiden AS Donald Trump dinilai berlebihan soal rudal Iran. Foto: TT

AKURAT.CO Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran segera memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah AS disebut tidak didukung laporan intelijen terbaru. Tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut menyatakan pernyataan Trump tampak dilebih-lebihkan.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan Kongres pada Selasa, Trump mengatakan Teheran “sedang mengerjakan rudal yang akan segera mencapai” Amerika Serikat. Pernyataan itu menjadi bagian dari argumennya terkait kemungkinan serangan terhadap Republik Islam Iran.

Namun, dua sumber menyebut tidak ada perubahan dalam laporan tak terklasifikasi tahun 2025 dari Defense Intelligence Agency (DIA) AS. Laporan tersebut menyebut Iran diperkirakan baru bisa mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang layak secara militer paling cepat pada 2035, dengan memanfaatkan teknologi kendaraan peluncur satelit yang ada saat ini.

Gedung Putih Tetap Soroti Ancaman

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan Trump benar menyoroti ancaman serius dari Iran. Menurutnya, negara yang kerap melontarkan slogan “kematian bagi Amerika” tidak boleh memiliki rudal balistik antarbenua.

Salah satu sumber intelijen mengatakan bahwa bahkan jika China atau Korea Utara membantu Iran dengan teknologi, Teheran kemungkinan tetap membutuhkan waktu hingga delapan tahun untuk menghasilkan ICBM yang benar-benar operasional.

Para sumber tersebut mengaku tidak mengetahui adanya laporan intelijen baru yang menyebut Iran dalam waktu dekat mampu menyerang daratan utama AS. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan adanya laporan yang belum mereka ketahui.

Laporan serupa sebelumnya juga diberitakan oleh The New York Times yang menyebut badan intelijen AS meyakini Iran masih bertahun-tahun lagi sebelum memiliki rudal yang bisa menjangkau Amerika.

Negosiasi Nuklir dan Ketegangan Militer

Pernyataan Trump muncul di tengah negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran. Hingga kini, belum ada terobosan yang dapat meredakan potensi serangan militer AS di tengah peningkatan kekuatan militer di kawasan.

Trump dalam pidatonya juga menuduh Iran kembali membangun program nuklirnya yang menurutnya telah “dihancurkan” oleh serangan udara AS pada Juni lalu terhadap tiga fasilitas pengayaan uranium utama.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.