AKURAT.CO Korea Utara resmi membuka lima hotel mewah di Kota Samjiyon, dekat Gunung Paektu dan perbatasan China. Pembukaan hotel-hotel tersebut dilaporkan media pemerintah pada Selasa, meski pembangunan fasilitas itu telah dimulai sejak lebih dari tujuh tahun lalu.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Hotel Ikal berkapasitas 300 kamar di pusat kota Samjiyon serta Hotel dan resor spa Milyong di kawasan pegunungan terpencil pada Sabtu lalu. Kim hadir bersama istrinya dan putri bungsunya. Foto-foto yang dirilis media negara memperlihatkan keluarga Kim meninjau kamar-kamar luas, kolam renang dalam ruangan, ruang biliar, hingga ruang konferensi.
Sementara itu, pejabat tinggi Partai Buruh Korea meresmikan tiga hotel lain pada Minggu, yakni Hotel Potnamu dengan 500 kamar, serta Hotel Sobaeksu dan Chongbong yang berada di kaki bukit ski Pegaebong. Peresmian ini dilakukan tanpa kehadiran Kim Jong Un.
Kelima hotel tersebut dilengkapi fasilitas khas akomodasi kelas atas yang menyasar kalangan mampu. Namun, kantor berita Korea Tengah (KCNA) menyoroti pembukaan hotel ini sebagai bagian dari pengembangan pariwisata domestik, tanpa menyebut rencana menerima wisatawan asing.
KCNA menyebut proyek tersebut sebagai fase baru pembangunan fasilitas publik untuk masyarakat Korea Utara, sejalan dengan visi Kim Jong Un membangun “sosialisme ala Korea” dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sejumlah pejabat yang berbicara dalam acara peresmian menyatakan Samjiyon akan berkembang menjadi kawasan wisata pegunungan dan pusat rekreasi bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Kim juga meminta aparat terkait memperkuat sistem pelatihan tenaga layanan profesional guna memenuhi kebutuhan konsumen. Media pemerintah sebelumnya juga mempromosikan penyediaan fasilitas wisata kelas atas dalam proyek-proyek besar negara, seperti kawasan pantai Wonsan Kalma dan resor pemandian air panas Yangdok.
Meski narasi resmi menekankan pariwisata domestik, Samjiyon tetap dinilai berpotensi menyasar wisatawan asing di masa depan. Pada 2024, Kim Jong Un menyebut kota tersebut sebagai bagian dari rencana menghidupkan kembali pariwisata internasional dan membuka pintu bagi “sahabat asing”.
Kedekatan Samjiyon dengan perbatasan China membuat wisatawan China diperkirakan menjadi target utama jika Korea Utara kembali membuka akses pariwisata. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan negara itu akan kembali menerima wisatawan asing secara luas. Korea Utara menutup perbatasannya pada awal 2020 akibat pandemi dan sejauh ini baru mengizinkan kunjungan terbatas, terutama dari Rusia.