Perusahaan Senjata Korea Utara Dorong Ekspansi Bisnis ke Rusia Lewat Bir dan Obat

AKURAT.CO Sejumlah perusahaan Korea Utara yang selama ini dikaitkan dengan industri persenjataan dan militer dilaporkan tengah mendorong ekspansi bisnis Korea Utara ke Rusia melalui produk-produk konsumsi, seperti bir dan obat-obatan. Langkah ini muncul seiring menguatnya hubungan dagang antara Pyongyang dan Moskow dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan analisis dokumen resmi yang dihimpun NK News, ekspansi bisnis Korea Utara ke Rusia melibatkan perusahaan dagang Ryongsong Trading Company yang berbasis di Pyongyang. Perusahaan tersebut tercatat akan mengekspor bir ke sebuah perusahaan Rusia di Vladivostok, mengikuti jejak merek bir Korea Utara lain seperti Taedonggang, Tumangang, dan Kyonghung.
Catatan Dinas Federal Akreditasi Rusia (FSA) menunjukkan importir asal Vladivostok, Rostkorsnab, telah mengajukan deklarasi impor bir Ryongsong pada 18 Desember. Pengajuan itu dilakukan setelah produk menjalani uji kualitas di laboratorium lokal pada 9 Desember, yang mengindikasikan pengiriman awal telah tiba sebagai bagian dari ekspansi bisnis Korea Utara ke Rusia.
Rostkorsnab sendiri merupakan perusahaan relatif baru yang bergerak di bidang distribusi minuman. Berdasarkan catatan pajak Rusia, perusahaan ini didirikan pada April lalu oleh Direktur Utama Alexei Kirienko bersama dua mitra lainnya. Namun, aktivitas dan skala bisnis perusahaan tersebut masih minim informasi publik.
Sebaliknya, Ryongsong Trading Company telah lama menjadi sorotan pemantau sanksi internasional. Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kini dibubarkan pernah mengidentifikasi perusahaan tersebut sebagai pemasok suku cadang rudal Scud ke Mesir pada 2013.
Pada 2022, sejumlah peneliti juga menduga Ryongsong merupakan perusahaan kedok bagi Tangun Trading Company, salah satu pedagang senjata paling dikenal milik Korea Utara. Tangun diyakini memiliki keterkaitan dengan Academy of the National Defence Science, lembaga yang bertanggung jawab atas pengembangan rudal balistik dan senjata pemusnah massal.
Data korporasi NK Pro menyebut Ryongsong juga berafiliasi dengan pabrik yang memproduksi susu botol dan bir berbahan dasar beras dengan merek yang sama. Hingga kini, Direktur Utama Rostkorsnab belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi terkait kerja sama dengan pihak Korea Utara.
Selain sektor minuman, perusahaan farmasi Korea Utara Pugang Pharmaceutical Company juga tercatat memperluas langkah bisnisnya di Rusia. Pugang merupakan anak usaha Korea Pugang Trading Corporation yang masuk daftar sanksi PBB, Amerika Serikat, dan Uni Eropa karena hubungannya dengan militer Korea Utara.
Pada Oktober lalu, Pugang mengajukan sejumlah pendaftaran merek dagang ke badan pengawas kekayaan intelektual Rusia, Rospatent. Perusahaan ini sebelumnya dikenal memproduksi dan memasarkan obat Kumdang-2 Injection yang diklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meski klaim tersebut menuai keraguan luas.
Dokumen Rospatent juga menunjukkan Pugang berupaya melindungi hak merek untuk produk lain, seperti Yakdong dan PG Pharma, yang mencakup obat penurun demam, perangsang sistem imun, serta produk perawatan kulit sebagai bagian dari rencana perluasan pasar di Rusia.
Selain Pugang, entitas lain berbasis di Pyongyang bernama Korea Electronic Trade Development Company turut mengajukan pendaftaran merek dagang di Rusia. Perusahaan yang relatif tidak dikenal ini mendaftarkan merek “Miso” untuk berbagai produk kosmetik, terutama perlengkapan rias wajah.
Lonjakan aktivitas impor dan pendaftaran merek tersebut terjadi di tengah peningkatan kerja sama ekonomi Rusia dan Korea Utara selama setahun terakhir. Kerja sama ini tidak hanya mencakup sektor militer, tetapi juga perdagangan produk pangan, pertanian, dan barang konsumsi, di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









