Akurat

Hasil Pertemuan Zelensky dan Trump di Florida: Kesepakatan Damai Ukraina Kian Mendekat

Fitra Iskandar | 29 Desember 2025, 08:32 WIB
Hasil Pertemuan Zelensky dan Trump di Florida: Kesepakatan Damai Ukraina Kian Mendekat

AKURAT.CO Hasil pertemuan Zelensky dan Trump di Florida mulai menunjukkan titik terang bagi upaya mengakhiri perang Ukraina–Rusia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky semakin mendekati kesepakatan, meski masih ada sejumlah isu krusial yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Dalam konferensi pers bersama seusai pertemuan di resor Mar-a-Lago, Florida, Minggu waktu setempat, Trump mengatakan proses negosiasi telah berjalan sangat jauh. Ia optimistis dalam beberapa pekan ke depan akan terlihat jelas apakah perundingan damai tersebut benar-benar bisa berujung pada kesepakatan. Zelensky pun menyampaikan bahwa pembahasan mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina telah mencapai kesepahaman awal.

Meski demikian, Trump memilih berhati-hati. Ia menyebut kesepakatan soal jaminan keamanan baru sekitar 95 persen rampung, dengan peran besar diharapkan diambil oleh negara-negara Eropa, sementara Amerika Serikat tetap memberikan dukungan politik dan strategis.

Dalam hasil pertemuan Zelensky dan Trump di Florida itu, isu wilayah Donbas kembali menjadi salah satu topik paling sensitif. Zelensky sebelumnya berharap dapat melunakkan usulan Amerika Serikat yang mengarah pada penarikan penuh pasukan Ukraina dari Donbas, tuntutan lama Rusia yang berarti penyerahan wilayah. Baik Trump maupun Zelensky mengakui bahwa masa depan Donbas belum diputuskan.

“Masalah ini belum selesai, tapi kami semakin mendekati solusi. Ini isu yang sangat sulit,” ujar Trump. Zelensky menambahkan bahwa pembahasan mengenai wilayah tersebut masih akan berlanjut dalam format diplomasi lanjutan.

Pertemuan di Florida ini juga berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer Rusia. Zelensky tiba di Mar-a-Lago hanya sehari setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan ratusan rudal dan drone ke Kyiv serta sejumlah wilayah lain di Ukraina, yang menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pemanas di ibu kota. Zelensky menilai serangan itu sebagai respons Rusia terhadap upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat, meski Trump menegaskan dirinya yakin baik Putin maupun Zelensky sama-sama serius mengupayakan perdamaian.

Sebelum Zelensky tiba, Trump sempat melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Percakapan tersebut disebut Trump “produktif”, sementara Kremlin menggambarkannya sebagai dialog yang “bersahabat”. Dalam pembicaraan itu, Putin menyatakan usulan gencatan senjata 60 hari dari Uni Eropa dan Ukraina justru akan memperpanjang konflik. Rusia juga mendesak Ukraina segera mengambil keputusan terkait Donbas, serta menyepakati pembentukan kelompok kerja untuk membahas aspek ekonomi dan keamanan konflik.

Selain Donbas, hasil pertemuan Zelensky dan Trump di Florida juga mencakup pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Amerika Serikat mengusulkan pengelolaan bersama fasilitas tersebut sebagai bagian dari kompromi, sementara perbaikan jaringan listrik di area itu mulai dilakukan setelah adanya gencatan senjata lokal yang dimediasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Hingga kini, persoalan wilayah tetap menjadi ganjalan terbesar. Rusia menuntut penguasaan penuh Donbas, Zaporizhzhia, dan Kherson, serta menolak ambisi Ukraina bergabung dengan NATO. Sementara Kyiv menginginkan garis depan dibekukan sesuai posisi saat ini. Amerika Serikat mencoba menjembatani perbedaan tersebut, termasuk dengan gagasan zona ekonomi bebas, meski mekanisme pelaksanaannya masih belum jelas.

Pertemuan Trump dan Zelensky ini menandai intensifikasi diplomasi setelah berpekan-pekan perundingan, termasuk koordinasi dengan sekutu Eropa. Zelensky juga mengungkapkan telah melakukan pembicaraan mendalam dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Trump memastikan akan ada komunikasi lanjutan dengan para pemimpin Eropa terkait arah penyelesaian konflik Ukraina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.