Akurat

Ukraina Bantah Klaim Rusia soal Serangan Drone ke Kediaman Putin

Fitra Iskandar | 31 Desember 2025, 17:22 WIB
Ukraina Bantah Klaim Rusia soal Serangan Drone ke Kediaman Putin

 

AKURAT.CO Pemerintah Ukraina menegaskan tidak ada bukti yang masuk akal terkait klaim Rusia bahwa Kiev melancarkan serangan drone ke salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Ukraina menuding Moskow menyebarkan informasi palsu untuk memengaruhi proses perundingan guna mengakhiri perang.

Penolakan tersebut juga mendapat dukungan dari negara-negara sekutu Ukraina. Seorang sumber di Istana Kepresidenan Prancis menyatakan bahwa klaim Kremlin tidak didukung bukti kuat.

“Pernyataan tersebut tidak didukung bukti yang solid, termasuk setelah dilakukan verifikasi silang dengan para mitra kami,” kata sumber tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyebut tuduhan Rusia sebagai “rekayasa total”. Ia mengumumkan rencana pertemuan dengan para pemimpin negara sekutu Ukraina di Prancis pada 6 Januari mendatang, sebagai upaya menghidupkan kembali proses perdamaian.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa, Zelensky menegaskan bahwa klaim serangan tersebut tidak benar dan meminta mitra internasional melakukan verifikasi.

“Tim perunding kami sudah berkoordinasi dengan tim Amerika. Kami menelaah detailnya dan memahami bahwa klaim ini palsu,” ujar Zelensky.

Sementara itu, Kremlin menyebut dugaan serangan drone ke kediaman Putin di wilayah Novgorod sebagai “aksi terorisme” dan “serangan personal terhadap presiden”. Namun Rusia mengaku tidak dapat menunjukkan bukti karena seluruh drone disebut telah ditembak jatuh.

Moskow juga menyatakan akan menentukan sendiri “kapan, bagaimana, dan di mana” melakukan pembalasan, serta menegaskan sikap negosiasinya akan diperketat dalam pembicaraan perdamaian terkait konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Perang Rusia–Ukraina sendiri telah berlangsung hampir empat tahun, dengan Rusia hampir setiap hari melancarkan serangan drone dan rudal ke wilayah Ukraina, menewaskan ribuan orang.

Dukungan Eropa untuk Ukraina

Sejumlah pemimpin Eropa menyatakan dukungan terhadap Ukraina menyusul tuduhan Moskow tersebut. Zelensky mengatakan pertemuan puncak kelompok yang dikenal sebagai coalition of the willing—negara-negara Barat yang berkomitmen mendukung Ukraina—akan digelar pada 6 Januari di Prancis.

Sebelum pertemuan puncak tersebut, para penasihat keamanan negara-negara sekutu dijadwalkan bertemu di Ukraina pada 3 Januari.

Kanselir Jerman Friedrich Merz melalui media sosial menyatakan bahwa sekutu Kiev terus mendorong proses perdamaian. “Transparansi dan kejujuran dibutuhkan dari semua pihak, termasuk Rusia,” ujarnya.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berbicara dengan Putin melalui sambungan telepon pada Senin, justru mengkritik Ukraina. Trump mengaku mendapat informasi soal dugaan serangan itu langsung dari Putin.

“Anda tahu siapa yang memberi tahu saya? Presiden Putin. Pagi-pagi sekali ia mengatakan rumahnya diserang. Itu tidak baik,” ujar Trump.

Trump menambahkan, “Satu hal jika serangan bersifat ofensif dalam konteks perang. Tapi menyerang rumahnya adalah hal yang berbeda.”

Hingga kini, Rusia belum mengungkap keberadaan Putin saat dugaan serangan tersebut terjadi. Lokasi kediaman pribadi Putin selama ini dikenal sangat tertutup dari publik.

Kediaman Rahasia Putin

Mendiang tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny, yang meninggal di penjara Arktik tahun lalu, pernah mempublikasikan investigasi terkait kediaman mewah Putin di kawasan danau wilayah Novgorod.

Menurut laporan Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), Putin semakin sering menggunakan kediaman tersebut sejak perang Ukraina dimulai karena lokasinya lebih terpencil dan dilindungi sistem pertahanan udara yang kuat.

Tuduhan Rusia terhadap Ukraina muncul di tengah momentum penting diplomasi perdamaian. Ukraina menyatakan telah menyetujui sekitar 90 persen dari rancangan rencana damai yang disusun Amerika Serikat. Namun Rusia dinilai masih enggan menerima kesepakatan yang tidak memenuhi tuntutan maksimalnya.

Putin berulang kali menyatakan Rusia akan merebut seluruh wilayah Ukraina yang telah diklaim sebagai bagian dari Rusia jika jalur diplomasi gagal.

Di lapangan, laju serangan Rusia di Ukraina timur meningkat sejak musim gugur, dengan pasukan Moskow merebut lebih banyak desa hampir setiap pekan.

Terbaru, Angkatan Laut Ukraina menuding Rusia menyerang dua kapal sipil dengan drone di wilayah Odesa, yang dalam beberapa pekan terakhir terus digempur serangan.

Selain itu, Ukraina juga memerintahkan evakuasi wajib sejumlah desa di wilayah utara Chernigiv, yang berbatasan dengan Belarus—sekutu Rusia—akibat intensitas penembakan Rusia yang terus meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.