Trump Murka soal Dugaan Serangan ke Kediaman Putin

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kemarahannya atas dugaan serangan yang menargetkan kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, di tengah upaya internasional untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina.
Trump mengaku “sangat marah” setelah mendapat penjelasan langsung dari Putin terkait insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan, beberapa jam setelah laporan dugaan serangan mencuat ke publik.
Sebelumnya, Trump pada Minggu bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di resor miliknya, Mar-a-Lago, Florida. Pertemuan itu membahas rencana perdamaian 20 poin yang diklaim bertujuan mengakhiri konflik Rusia–Ukraina.
Trump mengatakan, ia sempat berbicara melalui sambungan telepon dengan Putin, yang mengabarkan soal dugaan serangan ke salah satu rumahnya.
“Itu satu hal jika ada serangan bersifat ofensif karena perang. Tapi menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Saya mengetahui hal ini langsung dari Presiden Putin hari ini, dan saya sangat marah,” kata Trump.
Pernyataan Trump muncul setelah Rusia menuding Ukraina melancarkan serangan drone yang menargetkan kediaman resmi Putin di wilayah Novgorod pada 29 Desember lalu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut serangan tersebut melibatkan 91 drone, namun seluruhnya berhasil dihancurkan.
“Semua drone berhasil dimusnahkan. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat puing-puing drone,” lapor kantor berita Rusia, Tass, mengutip Lavrov.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait lokasi dan keberadaan Putin. Ia menyatakan bahwa isu tersebut tidak dapat dibahas ke publik dalam situasi saat ini.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah keras tudingan Rusia tersebut. Ia menyebut klaim serangan ke kediaman Putin sebagai kebohongan.
“Cerita soal ‘serangan ke kediaman’ ini adalah rekayasa total untuk membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina, termasuk Kyiv, serta untuk menutupi penolakan Rusia mengambil langkah nyata mengakhiri perang. Ini kebohongan khas Rusia,” tulis Zelensky melalui akun X.
Dugaan serangan ini mencuat tidak lama setelah pertemuan Zelensky dengan Trump di Amerika Serikat, sehingga memicu spekulasi mengenai dampaknya terhadap proses diplomasi yang tengah dibangun.
Di bagian terpisah, Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyampaikan keprihatinannya atas laporan tersebut. Modi mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat menggagalkan upaya perdamaian.
“Upaya diplomatik yang sedang berlangsung merupakan jalan paling memungkinkan untuk mengakhiri permusuhan dan mencapai perdamaian. Kami mendesak semua pihak tetap fokus pada upaya tersebut dan menghindari tindakan yang dapat merusaknya,” tulis Modi di akun X miliknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








