Latihan Tembak China di Sekitar Taiwan Ganggu Penerbangan, Lebih dari 100 Ribu Penumpang Terdampak

AKURAT.CO Rencana China menggelar latihan militer dengan tembakan langsung (live-fire drills) di sekitar Taiwan pada Selasa diperkirakan akan mengganggu perjalanan udara lebih dari 100 ribu penumpang. Otoritas penerbangan sipil Taiwan memperingatkan potensi keterlambatan ratusan penerbangan domestik dan internasional.
Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan (Civil Aviation Administration/CAA) pada Senin malam memperkirakan lebih dari 100.000 penumpang penerbangan internasional akan terdampak akibat penutupan dan pembatasan ruang udara selama latihan militer tersebut.
Selain itu, sebanyak 84 penerbangan domestik dibatalkan pada Selasa. Rinciannya, 68 penerbangan rute Taiwan–Kinmen dan 16 penerbangan Taiwan–Kepulauan Matsu, yang berdampak pada sekitar 6.000 penumpang.
CAA menyebutkan, untuk penerbangan internasional, potensi keterlambatan diperkirakan terjadi antara pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat, bertepatan dengan jadwal latihan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China. Keterlambatan bahkan dapat berlanjut setelah pukul 18.00 karena penumpukan jadwal penerbangan.
Dalam rentang waktu tersebut, tercatat 296 penerbangan internasional dijadwalkan berangkat dari bandara-bandara Taiwan dan 265 penerbangan internasional tiba di Taiwan. Hampir 300 penerbangan internasional lainnya juga dijadwalkan melintasi wilayah udara Taiwan, sehingga pembatasan signifikan diberlakukan di wilayah Taipei Flight Information Region (FIR).
Meski Taiwan telah berkoordinasi dengan otoritas pengatur lalu lintas udara di wilayah FIR sekitar untuk menerapkan pengendalian arus penerbangan, CAA tetap memperingatkan kemungkinan keterlambatan besar. Maskapai diminta memberi pemberitahuan lebih awal kepada penumpang dan memastikan pesawat membawa bahan bakar yang cukup sebelum lepas landas.
Berdasarkan sistem informasi penerbangan Bandara Internasional Taoyuan, hingga Senin malam belum ada penerbangan keberangkatan Selasa yang tercatat dibatalkan.
Peringatan CAA ini muncul setelah Komando Teater Timur PLA menyatakan telah memulai latihan militer di sekitar Taiwan sejak Senin. Latihan tersebut mencakup latihan tembak langsung pada Selasa hingga pukul 18.00 di sejumlah zona laut dan udara yang harus dihindari oleh pesawat dan kapal sipil.
Di dalam negeri, dua maskapai utama Taiwan, UNI Air dan Mandarin Airlines, mengumumkan pembatalan dan penyesuaian jadwal penerbangan ke Kinmen dan Matsu hingga Selasa sore. UNI Air menyatakan seluruh penerbangan Taiwan–Matsu dibatalkan pada Selasa, sementara penerbangan ke Kinmen sebelum pukul 18.00 dibatalkan atau ditunda. Maskapai itu juga menyiapkan enam penerbangan tambahan pada malam hari untuk rute Kinmen.
Mandarin Airlines mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan dari Bandara Songshan Taipei ke Nangan, Matsu, pada Selasa. Penerbangan ke Kinmen sebelum pukul 18.00 juga dibatalkan, dengan penyesuaian lanjutan akan diumumkan melalui situs resmi maskapai.
Kepulauan Kinmen dan Matsu merupakan wilayah Taiwan yang terletak dekat pantai China dan sangat bergantung pada transportasi udara. Operasional penerbangan ke wilayah tersebut kerap terdampak saat latihan militer digelar di ruang udara sekitarnya.
Menurut PLA, latihan militer yang diberi sandi Justice Mission 2025 digelar di Selat Taiwan serta wilayah utara, barat daya, tenggara, dan timur Taiwan. Latihan tembak langsung dijadwalkan berlangsung pada Selasa dari pukul 08.00 hingga 18.00 di lima zona laut dan udara yang telah ditetapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







