Libya Mengonfirmasi Kematian 8 Petinggi Militer dalam Kecelakaan Pesawat di Turki

AKURAT.CO Tragedi penerbangan kembali menelan korban dari kalangan militer. Sebuah pesawat yang membawa pejabat tinggi Angkatan Darat Libya dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas di wilayah dekat Ankara, Turki, pada Selasa waktu setempat.
Dalam insiden tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat Libya Mohammad Ali Ahmed al-Haddad tewas bersama tujuh orang lainnya. Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibah mengonfirmasi kabar duka tersebut, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Menurut Dbeibah, al-Haddad meninggal dunia bersama empat personel militer Libya yang tengah dalam perjalanan kembali ke Tanah Air. Selain itu, tiga awak pesawat yang identitasnya belum diumumkan juga turut menjadi korban jiwa.
Pesawat dilaporkan mengalami gangguan teknis sesaat setelah mengudara. Awak pesawat sempat melaporkan adanya masalah kelistrikan dan meminta izin melakukan pendaratan darurat, sebelum akhirnya pesawat tersebut jatuh.
“Tragedi besar ini merupakan kehilangan mendalam bagi bangsa, institusi militer, dan seluruh rakyat Libya. Kami kehilangan sosok-sosok yang mengabdi kepada negara dengan ketulusan, dedikasi, serta menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab,” ujar Dbeibah dalam pernyataan resminya.
Selain al-Haddad, sejumlah pejabat militer senior turut menjadi korban dalam kecelakaan ini. Mereka di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat Libya Al-Fitouri Gharibil, Direktur Otoritas Industri Militer Libya Mahmoud Qatawi, penasihat al-Haddad Muhammad Al-Asawi Diab, serta fotografer militer Muhammad Omar Ahmed Mahjoub.
Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan jet jenis Dassault Falcon 50. Pesawat bermesin tiga itu sebelumnya dijadwalkan terbang menuju Tripoli, Libya, sebelum jatuh di wilayah selatan Haymana, sekitar 80 kilometer dari ibu kota Turki, Ankara.
Dassault Falcon 50 dikenal sebagai jet kelas menengah dengan kecepatan maksimum sekitar 915 kilometer per jam dan kecepatan jelajah sekitar 888 kilometer per jam. Pesawat ini memiliki panjang sekitar 18,6 meter dengan bentang sayap mencapai 18,9 meter.
Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









