Akurat

Korea Utara Unjuk Kekuatan Laut dengan Kapal Selam Nuklir Baru

Kumoro Damarjati | 26 Desember 2025, 11:19 WIB
Korea Utara Unjuk Kekuatan Laut dengan Kapal Selam Nuklir Baru

AKURAT.CO Korea Utara memamerkan lambung kapal selam bertenaga nuklir dengan bobot sekitar 8.700 ton. Langkah ini dipandang sebagai upaya Pyongyang untuk memperkuat daya tangkal nuklir di laut sekaligus merespons wacana Korea Selatan yang tengah mendorong pembangunan kapal selam nuklirnya sendiri.

Surat kabar resmi Partai Pekerja Korea, Rodong Sinmun, pada Kamis memuat foto-foto halaman depan yang menampilkan proyek yang disebut sebagai “kapal selam strategis berpemandu bertenaga nuklir” yang sedang dibangun. Media tersebut menyebut proyek ini sebagai perubahan bersejarah yang akan meningkatkan kemampuan pencegahan perang Korea Utara.

Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah menunjukkan struktur luar kapal selam tersebut hampir rampung. Hal ini memicu spekulasi bahwa reaktor nuklir berukuran kecil, komponen utama bagi pengoperasian kapal selam nuklir, kemungkinan telah terpasang. Pengamat juga mencermati adanya struktur yang diduga sebagai tabung peluncur rudal balistik kapal selam (SLBM) di dekat menara kendali, mirip dengan desain kapal selam kelas Kim Kun-ok berbobot 3.000 ton yang sebelumnya diperkenalkan Korea Utara.

Program kapal selam bertenaga nuklir pertama kali diumumkan sebagai prioritas utama dalam “lima tugas kunci pengembangan pertahanan” pada Kongres Partai Pekerja ke-8 tahun 2021. Sejak saat itu, Pyongyang kerap menekankan pentingnya program tersebut untuk memperkuat kekuatan angkatan lautnya.

Dalam kunjungan langsung ke lokasi proyek pada Rabu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan negaranya telah membangun “perisai nuklir” demi menjaga keamanan nasional dan kini memiliki kemampuan untuk memperluasnya sesuai kebutuhan. Pernyataan itu disampaikan kantor berita KCNA, yang juga menyebut Kim menegaskan kembali kebijakan untuk terus mempersenjatai angkatan laut dengan senjata nuklir.

Meski demikian, sejumlah pihak meragukan kemampuan teknologi Korea Utara untuk mengoperasikan kapal selam sebesar itu. Pyongyang diyakini memiliki uranium yang diperkaya tinggi sebagai bahan bakar, namun kemampuannya dalam mengembangkan reaktor nuklir kompak serta teknologi konstruksi kapal selam besar secara mandiri masih dipertanyakan.

Sejumlah analis menilai kemungkinan adanya bantuan teknis dari Rusia, seiring semakin eratnya hubungan Pyongyang dan Moskow pascaperang Rusia-Ukraina. Ada dugaan Korea Utara memperoleh teknologi terkait reaktor atau bahkan komponen kapal selam bekas dari Rusia.

Waktu pengungkapan proyek ini juga menjadi sorotan, karena bertepatan dengan menguatnya diskusi di Korea Selatan terkait pembangunan kapal selam bertenaga nuklir. Para ahli menilai publikasi tersebut dapat dimaknai sebagai sinyal kekuatan yang ditujukan kepada Seoul.

Peneliti senior Korea Institute for National Unification, Cho Han-bum, menilai penempatan tabung SLBM di dekat menara kendali menunjukkan keterbatasan teknis yang masih dihadapi Korea Utara. Ia menyebut pengungkapan tersebut terkesan dilakukan secara tergesa-gesa sebagai respons atas perdebatan kapal selam nuklir di Korea Selatan. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.