Kim Jong Un Minta Produksi Rudal dan Amunisi Korea Utara Ditingkatkan

AKURAT.CO Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan para pejabatnya untuk meningkatkan produksi rudal dan peluru artileri pada tahun depan. Ia juga meminta pembangunan pabrik-pabrik senjata baru guna memenuhi kebutuhan militer negara tersebut.
Menurut laporan media pemerintah Korea Utara pada Jumat, Kim Jong Un menyampaikan perintah itu saat mengunjungi sejumlah pabrik persenjataan utama. Dalam kunjungannya, Kim meninjau langsung proses pembuatan rudal balistik dan roket artileri, sekaligus menyetujui rencana modernisasi fasilitas produksi.
Kim menegaskan bahwa sektor produksi rudal dan amunisi memiliki peran sangat penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan daya tangkal perang Korea Utara. Karena itu, ia menilai peningkatan kapasitas produksi serta pembangunan pabrik baru menjadi hal yang mendesak agar kebutuhan militer dapat terpenuhi.
Langkah Korea Utara memperkuat militernya, termasuk sikap Kim Jong Un yang menegaskan tidak akan menyerahkan senjata nuklir, menimbulkan kekhawatiran negara-negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan. Kondisi ini mendorong kedua negara tersebut mempererat kerja sama militer serta meningkatkan latihan pertahanan bersama dengan Amerika Serikat.
Perintah Kim untuk menambah produksi rudal ini disampaikan hanya beberapa hari setelah ia mengunjungi sebuah galangan kapal. Di lokasi itu, Kim meninjau pembangunan kapal selam berbobot sekitar 8.700 ton yang diklaim mampu membawa senjata nuklir. Kim sebelumnya menyebut proyek kapal selam tersebut sebagai bagian penting dari modernisasi angkatan laut Korea Utara.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan Kim Jong Un mengunjungi galangan kapal bersama putrinya dan sejumlah pejabat tinggi negara.
Selain itu, Kim juga dilaporkan mengawasi uji coba peluncuran jenis baru rudal pertahanan udara di atas Laut Jepang pada Kamis lalu. Ia menyatakan bahwa rencana modernisasi dan peningkatan produksi senjata akan diumumkan secara resmi dalam kongres Partai Pekerja Korea yang dijadwalkan berlangsung awal tahun depan.
Saat ini, Kim Jong Un terus berupaya mempercepat pengembangan senjata nuklir dan rudal negaranya, dengan Rusia disebut menjadi mitra utama dalam kebijakan luar negeri Korea Utara. Pyongyang diketahui memiliki berbagai jenis rudal berkepala nuklir yang mampu menjangkau Amerika Serikat serta negara-negara sekutunya di kawasan Asia.
Kekuatan militer Korea Utara terakhir kali dipamerkan dalam parade besar di Pyongyang pada Oktober lalu. Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Rusia, China, dan Vietnam. Dalam parade itu, Kim Jong Un menampilkan sejumlah senjata paling canggih, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) yang baru dikembangkan.
Kim Jong Un juga kembali menegaskan penolakannya terhadap tuntutan Amerika Serikat agar Korea Utara menghentikan program nuklirnya sebagai syarat dimulainya kembali perundingan. Ia bahkan tidak menanggapi tawaran mantan Presiden AS Donald Trump untuk bertemu saat Trump berada di Korea Selatan dalam forum APEC di Gyeongju awal tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








