Akurat

Presiden Masoud Pezeshkian Nyatakan Iran sedang Perang Total Melawan AS, Israel dan Eropa

Kumoro Damarjati | 29 Desember 2025, 07:13 WIB
Presiden Masoud Pezeshkian Nyatakan Iran sedang Perang Total Melawan AS, Israel dan Eropa

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menguat setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan pernyataan keras mengenai situasi yang dihadapi negaranya. Ia menegaskan bahwa Iran saat ini tidak sekadar menghadapi tekanan politik, melainkan telah berada dalam kondisi perang menyeluruh melawan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian menjelang agenda penting diplomatik internasional, yakni rencana pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (29/12). Dalam pernyataannya yang dikutip Associated Press, Minggu (8/12/2025), Pezeshkian menuduh Washington, Tel Aviv, dan sekutu-sekutunya di Eropa terus berupaya mengguncang stabilitas Iran melalui berbagai cara.

Melalui pernyataan yang dimuat di situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Pezeshkian bahkan membandingkan situasi saat ini dengan perang Iran–Irak pada era 1980-an. Ia menyebut konflik yang dihadapi Iran sekarang jauh lebih kompleks dan berat dibandingkan perang konvensional yang menewaskan lebih dari satu juta orang di kedua negara tersebut.

“Kami sedang berada dalam perang total dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa. Mereka tidak menginginkan Iran berdiri sebagai negara yang stabil,” ujar Pezeshkian.

Menurutnya, bentuk tekanan yang dilakukan Barat terhadap Iran tidak selalu berbentuk serangan militer langsung, melainkan mencakup berbagai aspek yang membuat kondisi nasional semakin sulit dikendalikan.

Pernyataan keras dari Teheran ini muncul hanya beberapa hari sebelum pertemuan Trump dan Netanyahu, yang diperkirakan akan menempatkan isu Iran sebagai salah satu topik utama. Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memang meningkat setelah konflik udara selama 12 hari pada Juni lalu. Dalam serangan tersebut, hampir 1.100 warga Iran dilaporkan tewas, termasuk sejumlah komandan militer senior dan ilmuwan nuklir. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel yang menewaskan 28 orang.

Sementara itu, Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada 28 Desember dan bertemu Donald Trump sehari kemudian di Florida. Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya pemerintahan Trump dan mediator regional untuk menjaga kelanjutan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza.

Menurut laporan AFP, pertemuan tersebut akan menjadi kunjungan kelima Netanyahu ke Amerika Serikat tahun ini untuk bertemu sekutu politik utamanya. Fokus utama pembahasan disebut mencakup kelanjutan tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas, meski isu-isu regional lain dipastikan turut dibahas.

Seorang pejabat Israel mengonfirmasi rencana pertemuan itu, meski tidak merinci lokasi pertemuan di Florida. Sebelumnya, pada pertengahan Desember, Trump juga sempat menyampaikan kepada wartawan bahwa Netanyahu berniat menemuinya selama libur Natal di resor Mar-a-Lago.

Media Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa selain Gaza, pertemuan Trump dan Netanyahu diperkirakan akan membahas berbagai persoalan strategis kawasan, mulai dari Iran, pembicaraan perjanjian keamanan Israel–Suriah, gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon, hingga arah kebijakan Israel selanjutnya di Timur Tengah.

  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.