Akurat

Trump Jatuhkan Sanksi ke Presiden Kolombia Gustavo Petro atas Dugaan Perdagangan Narkoba

Fitra Iskandar | 25 Oktober 2025, 13:49 WIB
Trump Jatuhkan Sanksi ke Presiden Kolombia Gustavo Petro atas Dugaan Perdagangan Narkoba


AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro, keluarganya, dan salah satu menteri dalam pemerintahannya pada Jumat (24/10/2025). Langkah ini diambil atas dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

Kementerian Keuangan AS mengumumkan bahwa sanksi tersebut mencakup Petro; istrinya, Veronica del Socorro Alcocer Garcia; putranya, Nicolas Fernando Petro Burgos; serta Menteri Dalam Negeri Kolombia Armando Alberto Benedetti.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Petro telah “membiarkan kartel narkoba berkembang dan menolak menghentikan aktivitas mereka.” Ia menegaskan bahwa pemerintahan Trump akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi Amerika dari penyelundupan narkoba.

Langkah ini memperburuk ketegangan antara Washington dan Bogotá, terutama setelah serangan militer AS terhadap kapal yang diduga membawa kokain di lepas pantai Amerika Selatan. Pentagon bahkan mengumumkan pengerahan kapal induk ke wilayah tersebut sebagai bagian dari operasi penumpasan narkoba.

Menanggapi sanksi itu, Petro menyebut keputusan AS sebagai bentuk “paradoks” atas upaya Kolombia dalam memerangi perdagangan narkoba.

“Bertahun-tahun kami membantu menghentikan penyelundupan kokain, tetapi kini kami yang disanksi,” tulis Petro di platform X. “Kami tidak akan mundur dan tidak akan berlutut.”

Sanksi terhadap Petro muncul setelah Amerika Serikat menambahkan Kolombia ke dalam daftar negara yang gagal bekerja sama dalam perang melawan narkoba—untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade. Sebagai dampaknya, bantuan AS kepada Kolombia diperkirakan akan berkurang sekitar 20 persen atau senilai 18 juta dolar AS.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah berjanji menghentikan seluruh bantuan bagi Kolombia, yang pada tahun fiskal terakhir tercatat sekitar 230 juta dolar AS—turun dari lebih dari 700 juta dolar pada beberapa tahun sebelumnya. Trump juga sempat mengancam akan menerapkan tarif terhadap ekspor Kolombia dan menuding Petro sebagai “pemimpin perdagangan narkoba ilegal.”

“Dia orang yang memproduksi banyak narkoba,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (22/10). “Sebaiknya dia berhati-hati, atau kami akan mengambil tindakan serius terhadap dirinya dan negaranya.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.