Donald Trump Kembali Suarakan Ambisinya Menguasai Greenland

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan ambisinya untuk menguasai Greenland. Ia menegaskan bahwa wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark itu dinilai penting bagi kepentingan “keamanan nasional” Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya hubungan Washington–Kopenhagen, menyusul penunjukan utusan khusus AS untuk Greenland.
Sejak kembali menempati Gedung Putih pada Januari lalu, Trump berulang kali menekankan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland, yang dikenal kaya akan sumber daya alam dan memiliki posisi strategis. Bahkan, ia tidak secara tegas menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk merealisasikan keinginan tersebut.
Ketegangan terbaru muncul setelah Trump pada Minggu menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus Amerika Serikat untuk Greenland. Langkah ini memicu reaksi keras dari pemerintah Denmark, yang kemudian memanggil Duta Besar AS untuk dimintai penjelasan.
Dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, pada Senin (22/12) waktu setempat, Trump kembali menegaskan alasannya. “Kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional. Bukan soal mineral,” ujarnya. Ia mengklaim, aktivitas kapal Rusia dan China terlihat di sepanjang perairan sekitar Greenland, sehingga menurutnya wilayah tersebut krusial bagi pertahanan AS.
“Kita memerlukannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya,” kata Trump, seraya menyebut Jeff Landry siap memimpin langkah tersebut. Setelah ditunjuk, Landry pun secara terbuka menyatakan niatnya untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat.
Pernyataan itu langsung dibantah oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen. Dalam pernyataan bersama, keduanya menegaskan bahwa Greenland merupakan milik rakyat Greenland. “Tidak ada negara yang bisa begitu saja mencaplok negara lain. Kami menuntut penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah kami,” tegas mereka.
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, juga meluapkan kemarahannya atas langkah Washington tersebut. Ia memperingatkan Amerika Serikat agar menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland. Kepada stasiun televisi TV2, Rasmussen menyebut penunjukan Landry sebagai langkah yang “sama sekali tidak dapat diterima”.
Rasmussen menambahkan, Duta Besar AS telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Denmark untuk memberikan klarifikasi. “Kami memanggil duta besar Amerika hari ini untuk pertemuan bersama perwakilan Greenland. Dalam pertemuan itu, kami dengan tegas menarik garis merah dan menuntut penjelasan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









