Akurat

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 141: Tentang Memahami Puisi

Dani Zahra | 11 Februari 2026, 14:15 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 141: Tentang Memahami Puisi

AKURAT.CO Simak pembahasan lengkap kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 8 halaman 141 tentang memahami puisi.

Pada materi ini, siswa diajak menelaah makna dua puisi bertema kedai kopi, membandingkan isi, serta mengungkap alasan mengapa salah satu puisi terasa lebih mudah dipahami.

Pembahasan ini dapat membantu siswa memahami unsur makna, perasaan, dan penggunaan bahasa dalam puisi secara lebih mendalam.

 Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 161 Kurikulum Merdeka: Analisis Cerpen

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 141

1. Apa makna kedua puisi itu?

Jawaban: Makna kedua puisi

Puisi pertama: "Pada Sebuah Kedai Kopi," tampaknya menggambarkan perubahan dalam hubungan dua orang yang dulunya dekat, tetapi sekarang salah satu dari mereka lebih tertarik pada status sosial dan benda material daripada hubungan mereka.

Puisi kedua: "Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang," menunjukkan kesabaran seseorang yang menunggu temannya yang terlambat, namun akhirnya merasa diabaikan karena temannya lebih fokus pada pembelian sepatu.

2. Puisi mana yang lebih kalian pahami maknanya?

Jawaban: Puisi yang lebih dipahami yaitu puisi pertama karena dijelaskan tentang masa lalu penulis dan sahabatnya. Selain itu, ada pula bagian yang mengisahkan masa kini dari kedua sahabat tersebut dan perasaan yang dialami oleh penulis.

3. Mengapa kalian merasa mudah memahami puisi tersebut?

Jawaban: -Puisi pertama memiliki bahasa yang lebih lugas dan langsung menyatakan kekecewaan tanpa terlalu banyak simbolisme.

-Struktur puisi pertama lebih naratif, sehingga alur cerita mudah diikuti.

-Perasaan kecewa dan makna perubahan dalam hubungan tergambar jelas dalam kata-kata seperti "Aku tidak tahu, apakah aku masih sahabatmu" dan "Pertemuan kita tidak lebih penting dari sepatumu".

-Sementara puisi kedua lebih banyak menggunakan metafora seperti "Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu", yang bisa membuat maknanya lebih sulit ditangkap secara langsung.

Melalui latihan ini, siswa tidak hanya menemukan jawaban yang tepat, tetapi juga belajar mengapresiasi puisi dari sisi makna dan gaya bahasa.

Memahami perbedaan penggunaan bahasa lugas dan metafora menjadi kunci agar pesan dalam puisi dapat ditangkap dengan lebih jelas.

Semoga pembahasan ini membantu proses belajar dan menambah pemahaman tentang cara menafsirkan puisi dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D