Akurat

Saat Bersekolah Dulu, Apakah Ibu dan Bapak Mempunyai Peran dalam Proses Belajar? Ini Jawaban Lengkapnya

Idham Nur Indrajaya | 22 Desember 2025, 19:47 WIB
Saat Bersekolah Dulu, Apakah Ibu dan Bapak Mempunyai Peran dalam Proses Belajar? Ini Jawaban Lengkapnya

AKURAT.CO Pertanyaan “Saat bersekolah dulu, apakah Ibu dan Bapak mempunyai peran dalam proses belajar?” kerap muncul di Platform Merdeka Mengajar (PMM), khususnya setelah guru menyelesaikan Modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi pada bagian Pelibatan Murid. Meski terdengar sederhana, pertanyaan ini membutuhkan refleksi pengalaman belajar yang relevan, runtut, dan sesuai konteks pembelajaran.

Artikel ini merangkum jawaban lengkap yang dapat dijadikan referensi bagi Bapak/Ibu Guru, mulai dari konteks munculnya pertanyaan, jawaban Latihan Pemahaman, hingga contoh Cerita Reflektif yang bisa langsung digunakan atau disesuaikan.


Mengapa Pertanyaan Ini Muncul di Platform Merdeka Mengajar?

Pertanyaan reflektif ini muncul setelah guru mengakses Dokumen Tindak Lanjut bagian Opsional: Pilihan Belajar di PMM. Tepatnya, setelah menyelesaikan materi Pelibatan Murid dalam Modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi.

Modul ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, tetapi juga memberi ruang kepada murid untuk terlibat aktif, mengambil peran, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri. Oleh karena itu, guru diminta merefleksikan pengalaman pribadi saat masih menjadi murid.


Modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi: Pelibatan Murid

Dalam modul ini, terdapat tiga bagian utama, salah satunya adalah Pelibatan Murid, yang membahas bagaimana peserta didik dapat:

  • Terlibat sejak tahap perencanaan pembelajaran

  • Berpartisipasi aktif dalam proses belajar

  • Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dijalani

Setelah menyelesaikan materi tersebut, guru akan dihadapkan pada Latihan Pemahaman dan Cerita Reflektif.


Jawaban Latihan Pemahaman PMM (Pilihan Ganda)

Berikut jawaban yang benar sesuai materi Pelibatan Murid. Teks pernyataan dan jawaban dibiarkan apa adanya karena merupakan kunci resmi.

1. Sebagai pendidik, kita dapat melibatkan murid dalam belajar. Murid dapat dilibatkan dalam proses pembelajarannya dari tahap perencanaan hingga tahap refleksi.
Pernyataan di atas adalah:
• Benar
• Salah

Jawaban: Benar

2. Pelepasan tanggung jawab bertahap adalah sebuah proses di mana tanggung jawab berpikir perlu secara bertahap bergeser dari guru hingga akhirnya peserta didik dapat mengaplikasikan sebuah ilmu secara mandiri.
Pernyataan di atas adalah:
• Benar
• Salah

Jawaban: Benar


Cerita Reflektif: Saat Bersekolah Dulu, Apakah Ibu dan Bapak Mempunyai Peran dalam Proses Belajar?

Bagian ini bersifat reflektif dan terbuka. Tidak ada satu jawaban mutlak benar atau salah. Yang terpenting adalah relevansi pengalaman dengan konsep pelibatan murid dalam pembelajaran.

Berikut beberapa contoh jawaban yang dapat dijadikan referensi.


Contoh Jawaban 1: Berperan Aktif dalam Kerja Kelompok

Ya, saya memiliki peran dalam proses belajar saat bersekolah dahulu. Pada saat pembelajaran berlangsung, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Di setiap kelompok terdapat pembagian peran, seperti ketua kelompok, juru tulis, dan juru bicara.

Dalam kelompok tersebut, belum ada pengingat waktu khusus, sehingga setiap anggota saling mengingatkan batas waktu pengerjaan tugas. Saat itu, saya berperan sebagai juru tulis yang bertugas mencatat hasil diskusi kelompok dan menyusunnya menjadi laporan.


Contoh Jawaban 2: Aktif Bertanya dan Mengelola Proses Belajar

Saya memiliki peran dalam proses belajar saat bersekolah dahulu. Sebagai siswa, saya aktif mengikuti pembelajaran dengan bertanya ketika belum memahami materi. Saya juga berusaha menjaga fokus selama proses pembelajaran dan mengatur waktu belajar dengan baik, baik di sekolah maupun di rumah.


Contoh Jawaban 3: Menjadi Subjek Pembelajaran

Saat bersekolah dulu, saya berperan sebagai murid yang bertanggung jawab dalam proses belajar. Saya tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga subjek pembelajaran. Saya aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dengan teman untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru.


Peran Keluarga dalam Proses Belajar Anak

Selain pengalaman di sekolah, refleksi ini juga dapat diperkuat dengan peran keluarga dalam pendidikan. Menurut praktisi pendidikan sekaligus Direktur di Pijar Foundation dan Co-Chair Y20 Indonesia 2020, Indra Dwi Prasetyo, keluarga memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam pendidikan.

Ia menyebutkan bahwa pendidikan pertama justru terjadi jauh sebelum anak masuk ruang kelas formal.

“Pendidikan mengenai kepemimpinan, misalnya, didapatkan anak ketika ia melihat ayahnya bekerja dan memimpin keluarga. Sama halnya mengenai nilai-nilai kasih sayang, kelembutan dan menghargai sesama, justru didapatkan oleh sang anak jauh sebelum mereka mengenal abjad, melainkan melalui ibunya.”


Tiga Fase Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

Indra menjelaskan bahwa peran keluarga dalam pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan terbagi dalam beberapa fase.

Pada fase awal, ketika anak masih kecil, orangtua berperan sebagai pemimpin. Tindakan dan tutur orangtua akan ditiru sepenuhnya oleh anak, sehingga fase ini sangat menentukan pembentukan karakter.

Memasuki fase remaja, orangtua tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga teman. Anak mulai memiliki ruang untuk mengambil keputusan, meski tetap membutuhkan pendampingan.

Ketika anak telah dewasa, orangtua berperan sebagai pengamat atau tempat konsultasi. Anak sudah mandiri, namun keluarga tetap menjadi ruang aman untuk bertanya dan berdiskusi.


Kesimpulan: Jawaban Reflektif yang Paling Tepat

Jadi, saat bersekolah dulu, apakah Ibu dan Bapak mempunyai peran dalam proses belajar? Jawabannya ya. Peran tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik sebagai peserta diskusi, pengatur waktu belajar, juru tulis kelompok, maupun murid yang aktif bertanya dan berpikir kritis.

Tidak ada satu jawaban baku dalam Cerita Reflektif PMM. Guru dapat menyesuaikan jawaban dengan pengalaman pribadi, selama tetap relevan dengan konsep pelibatan murid dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Kalau Anda sedang mengerjakan modul di Platform Merdeka Mengajar dan membutuhkan referensi serupa, pantau terus pembahasan dan panduan terbaru agar proses belajar dan refleksi berjalan lebih mudah dan bermakna.

Baca Juga: Kapan Anda Akan Melakukan Aksi Tindak Lanjut? Panduan Lengkap PMM 2025

Baca Juga: Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Ini Kunci Jawaban Lengkap di PMM

FAQ

1. Mengapa pertanyaan “Saat bersekolah dulu, apakah Ibu dan Bapak mempunyai peran dalam proses belajar?” muncul di PMM?

Pertanyaan ini muncul setelah guru menyelesaikan Modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi, khususnya pada materi Pelibatan Murid, di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari Cerita Reflektif dalam Dokumen Tindak Lanjut bagian Opsional: Pilihan Belajar.


2. Apakah ada jawaban benar atau salah untuk Cerita Reflektif PMM?

Tidak ada jawaban benar atau salah. Cerita Reflektif bersifat personal dan bertujuan menggali pengalaman belajar guru saat masih menjadi murid, selama jawabannya relevan dengan konsep pelibatan murid dan pembelajaran aktif.


3. Apakah jawaban Cerita Reflektif harus panjang?

Tidak harus panjang, tetapi sebaiknya jelas dan runtut. Jawaban ideal menjelaskan peran yang pernah dijalani dalam proses belajar, seperti peran dalam kerja kelompok, keaktifan berdiskusi, atau tanggung jawab pribadi sebagai murid.


4. Contoh peran apa saja yang bisa dituliskan dalam jawaban Cerita Reflektif?

Beberapa contoh peran yang relevan antara lain:

  • Menjadi juru tulis, ketua kelompok, atau juru bicara saat kerja kelompok

  • Aktif bertanya dan menyampaikan pendapat di kelas

  • Mengatur waktu belajar dan menjaga fokus selama pembelajaran

  • Berpartisipasi aktif dalam diskusi dan refleksi pembelajaran


5. Apakah peran orangtua bisa dimasukkan dalam jawaban reflektif?

Bisa. Peran orangtua dapat disebutkan sebagai bagian dari dukungan belajar di rumah, seperti menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan belajar sejak dini, selama masih relevan dengan pengalaman pribadi.


6. Apakah jawaban harus sesuai contoh yang beredar?

Tidak wajib. Contoh jawaban hanya berfungsi sebagai panduan. Guru dianjurkan menuliskan pengalaman sendiri agar refleksi terasa autentik dan bermakna.


7. Apakah jawaban Latihan Pemahaman boleh diubah redaksinya?

Tidak. Untuk Latihan Pemahaman pilihan ganda, teks pernyataan dan jawaban sebaiknya ditulis apa adanya karena merupakan kunci resmi dari materi Pelibatan Murid.


8. Apa tujuan utama dari Cerita Reflektif dalam modul ini?

Tujuannya adalah membantu guru memahami pentingnya pelibatan murid dalam pembelajaran, serta mengaitkan pengalaman belajar masa lalu dengan praktik pembelajaran yang lebih berpihak pada murid.


9. Apakah Cerita Reflektif memengaruhi kelulusan modul di PMM?

Cerita Reflektif merupakan bagian dari proses belajar dan refleksi. Selama diisi dengan sungguh-sungguh dan sesuai konteks, tidak ada penilaian benar atau salah yang menghambat penyelesaian modul.


10. Bagaimana cara menulis jawaban Cerita Reflektif agar aman dan relevan?

Gunakan pengalaman pribadi, tulis dengan jujur, kaitkan dengan peran aktif murid, dan hindari jawaban terlalu singkat atau di luar konteks pembelajaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.