Akurat

Apa Saja Rekomendasi Anda agar Praktik Kinerja Guru Dapat Meningkat di Kemudian Hari? Ini Jawaban Lengkap di Ruang GTK

Idham Nur Indrajaya | 31 Desember 2025, 16:08 WIB
Apa Saja Rekomendasi Anda agar Praktik Kinerja Guru Dapat Meningkat di Kemudian Hari? Ini Jawaban Lengkap di Ruang GTK

AKURAT.CO Pertanyaan “apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari?” kerap muncul dalam modul refleksi di platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Bagi banyak guru, pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi sering menimbulkan kebingungan saat harus dituangkan dalam jawaban tertulis yang relevan, reflektif, dan sesuai konteks kebijakan pendidikan terkini.

Ruang GTK sendiri merupakan platform digital hasil transformasi dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang dirancang sebagai ruang belajar, berbagi praktik baik, sekaligus pengembangan kompetensi bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan. Platform ini dapat diakses melalui aplikasi Android maupun browser di laman resmi Kemendikdasmen.

Lantas, bagaimana cara menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat, bernas, dan sesuai harapan sistem refleksi di Ruang GTK? Berikut penjelasan lengkapnya.


Memahami Konteks Pertanyaan di Ruang GTK

Pertanyaan tentang rekomendasi peningkatan praktik kinerja guru bukan sekadar formalitas. Dalam PMM maupun Ruang GTK, refleksi menjadi bagian penting untuk menilai sejauh mana guru mampu mengevaluasi dirinya sendiri, memahami tantangan pembelajaran, serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.

Artinya, jawaban yang diharapkan bukan hanya normatif, tetapi menunjukkan kesadaran profesional sebagai pendidik yang terus belajar. Semakin konkret dan relevan jawabannya, semakin mencerminkan praktik reflektif yang kuat.


Mengapa Praktik Kinerja Guru Perlu Terus Ditingkatkan?

Guru merupakan ujung tombak kualitas pendidikan. Peningkatan praktik kinerja tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga pada perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan peserta didik.

Evaluasi kinerja guru berfungsi sebagai alat refleksi sekaligus pijakan pengembangan profesional berkelanjutan. Karena itu, rekomendasi yang disampaikan sebaiknya mencakup aspek pedagogik, profesional, sosial, dan personal secara seimbang.


Kerangka Umum Rekomendasi Peningkatan Praktik Kinerja Guru

Dalam berbagai literatur pendidikan, termasuk School Business and Management 5.0 karya Toni Yunanto serta Strategi & Peningkatan Kualitas Layanan Guru oleh Jayadih dkk., peningkatan kinerja guru idealnya dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, bukan parsial.

Berikut gambaran besar rekomendasi yang bisa dijadikan dasar jawaban refleksi di Ruang GTK.


1. Pengembangan Kompetensi Akademik dan Profesional secara Berkelanjutan

Salah satu rekomendasi utama adalah komitmen guru untuk terus belajar. Dunia pendidikan terus berubah, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, maupun karakter peserta didik.

Guru disarankan aktif mengikuti pelatihan, seminar, workshop, atau pelatihan daring yang relevan dengan bidangnya. Selain itu, memperbarui pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, pendekatan pembelajaran inovatif, serta hasil penelitian pendidikan terkini menjadi langkah penting agar pembelajaran tetap relevan dan bermakna.


2. Integrasi Teknologi dalam Proses Pembelajaran

Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru perlu mengembangkan kemampuan menggunakan platform digital untuk mendukung pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Teknologi dapat membantu guru mengelola kelas lebih efektif, memantau perkembangan siswa, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Dalam konteks Ruang GTK, pemanfaatan platform digital juga mencerminkan kesiapan guru menghadapi ekosistem pendidikan modern.


3. Penguatan Manajemen Kelas dan Diferensiasi Pembelajaran

Praktik kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola kelas. Lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan aman akan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Guru perlu terus mengembangkan strategi manajemen kelas yang adaptif, termasuk pendekatan yang memperhatikan keberagaman kemampuan, minat, dan latar belakang siswa. Dengan demikian, pembelajaran dapat benar-benar berpusat pada peserta didik.


4. Konsistensi dalam Menerapkan Penilaian Formatif

Penilaian formatif menjadi alat penting untuk memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan. Melalui asesmen ini, guru dapat memperoleh gambaran nyata tentang pemahaman siswa dan menyesuaikan strategi pengajaran.

Data hasil penilaian formatif juga dapat digunakan sebagai dasar pemberian umpan balik yang konstruktif, sehingga siswa memahami kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.


5. Peningkatan Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi

Komunikasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan guru dalam menjalankan perannya. Guru perlu membangun komunikasi yang jelas dengan siswa, orang tua, serta rekan sejawat.

Selain itu, kemampuan mendengarkan secara aktif juga penting agar guru mampu memahami kebutuhan siswa secara lebih mendalam. Hubungan yang positif akan menciptakan iklim belajar yang sehat dan saling mendukung.


6. Refleksi Diri dan Kolaborasi Profesional

Guru yang reflektif tidak berhenti pada rutinitas mengajar. Refleksi terhadap praktik pembelajaran membantu guru mengenali keberhasilan sekaligus tantangan yang dihadapi.

Kolaborasi dengan sesama guru, baik melalui komunitas belajar, diskusi rutin, maupun kegiatan berbagi praktik baik, dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pengajaran secara kolektif.


7. Perhatian terhadap Kesejahteraan Pribadi dan Profesional

Kinerja yang optimal tidak lepas dari kondisi fisik dan mental yang sehat. Guru perlu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi untuk mencegah kelelahan atau burnout.

Dukungan dari lingkungan sekolah, mentor, maupun rekan kerja sangat membantu guru dalam menghadapi tekanan pekerjaan dan menjaga motivasi jangka panjang.


Contoh Jawaban Reflektif di PMM atau Ruang GTK

Berikut contoh jawaban yang bisa dijadikan referensi saat mengisi refleksi di Ruang GTK:

“Untuk meningkatkan praktik kinerja guru di kemudian hari, perlu dilakukan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan melalui pelatihan dan refleksi diri. Guru juga perlu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, menerapkan penilaian formatif secara konsisten, serta membangun kolaborasi dengan rekan sejawat. Selain itu, menjaga komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua serta memperhatikan kesejahteraan diri menjadi faktor penting agar kinerja guru dapat terus meningkat secara optimal.”

Jawaban semacam ini bersifat umum, reflektif, dan relevan dengan tujuan PMM maupun Ruang GTK.


Peran Kepala Sekolah dalam Mendukung Peningkatan Kinerja Guru

Peningkatan praktik kinerja guru tidak dapat dilepaskan dari peran kepala sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang memastikan sistem sekolah mendukung kebutuhan guru dan siswa.

Beberapa peran strategis kepala sekolah antara lain memastikan pemetaan kondisi peserta didik, menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat, mengembangkan pembelajaran holistik berbasis Profil Pelajar Pancasila, menjaga relevansi pembelajaran dengan konteks sosial budaya, serta memastikan keberlanjutan pembelajaran yang berorientasi masa depan.


Penutup: Refleksi sebagai Kunci Peningkatan Kinerja Guru

Menjawab pertanyaan “apa saja rekomendasi Anda agar praktik kinerja dapat meningkat di kemudian hari?” sejatinya adalah proses refleksi diri sebagai pendidik. Jawaban yang baik tidak harus panjang, tetapi menunjukkan kesadaran untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang.

Dengan memanfaatkan Ruang GTK dan PMM secara optimal, guru memiliki ruang untuk memperkuat kompetensi, memperbaiki praktik pembelajaran, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Kalau kamu ingin memahami lebih banyak panduan praktis seputar PMM, Ruang GTK, dan dunia pendidikan terkini, pantau terus AKURAT.CO.

Baca Juga: Evaluasi Seperti Apa yang Anda Berikan pada Peserta Didik untuk Menghasilkan Karya Pemikiran Kreatif? Kunci Jawaban PMM

Baca Juga: Kapan Anda Akan Melakukan Aksi Tindak Lanjut? Panduan Lengkap PMM 2025

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan praktik kinerja guru?

Praktik kinerja guru adalah keseluruhan aktivitas profesional guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, termasuk pengelolaan kelas, interaksi dengan siswa, serta pengembangan diri secara berkelanjutan.

2. Mengapa pertanyaan tentang rekomendasi peningkatan kinerja guru muncul di Ruang GTK?

Pertanyaan ini digunakan sebagai bagian dari refleksi di Ruang GTK untuk menilai kesadaran guru terhadap praktik mengajarnya serta kemampuannya merumuskan langkah perbaikan ke depan sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.

3. Apakah jawaban di Ruang GTK harus panjang dan detail?

Tidak harus panjang, tetapi sebaiknya jelas, relevan, dan reflektif. Jawaban yang baik menunjukkan pemahaman guru terhadap kebutuhan pengembangan diri, strategi pembelajaran, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas mengajar.

4. Apa saja poin utama yang sebaiknya ada dalam jawaban PMM atau Ruang GTK?

Beberapa poin penting yang bisa dimasukkan antara lain pengembangan kompetensi profesional, pemanfaatan teknologi pembelajaran, refleksi diri, kolaborasi dengan rekan sejawat, serta perhatian terhadap kebutuhan dan karakter peserta didik.

5. Apakah boleh menggunakan contoh jawaban saat mengisi PMM?

Boleh menggunakan contoh sebagai referensi, tetapi jawaban sebaiknya ditulis dengan bahasa sendiri agar mencerminkan pengalaman dan pandangan pribadi sebagai guru.

6. Bagaimana cara agar jawaban terlihat reflektif dan tidak normatif?

Gunakan kalimat yang menunjukkan kesadaran diri, seperti keinginan untuk belajar, memperbaiki metode mengajar, atau menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa berdasarkan pengalaman mengajar yang pernah dialami.

7. Apakah integrasi teknologi penting dalam peningkatan kinerja guru?

Ya, pemanfaatan teknologi membantu guru meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas variasi metode mengajar, serta memudahkan proses evaluasi dan refleksi kinerja.

8. Apa peran refleksi diri dalam meningkatkan praktik kinerja guru?

Refleksi diri membantu guru mengenali kekuatan dan kelemahan dalam praktik mengajar, sehingga dapat merancang langkah perbaikan yang lebih tepat dan berkelanjutan.

9. Apakah kesejahteraan guru berpengaruh terhadap kinerja?

Sangat berpengaruh. Kondisi fisik dan mental yang baik membantu guru bekerja lebih optimal, menjaga motivasi, dan menghindari kelelahan dalam jangka panjang.

10. Bagaimana peran kepala sekolah dalam mendukung peningkatan kinerja guru?

Kepala sekolah berperan menciptakan ekosistem belajar yang mendukung, mendorong kolaborasi, menyediakan pelatihan, serta memastikan pembelajaran berjalan relevan, holistik, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.