Akurat

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Buka Puasa yang Bisa Diisi dengan Kegiatan Positif

Wahyu SK | 5 Maret 2025, 12:10 WIB
Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Buka Puasa yang Bisa Diisi dengan Kegiatan Positif

AKURAT.CO Ngabuburit merupakan salah satu tradisi menunggu waktu buka puasa yang telah melekat dalam budaya masyarakat Indonesia.

Aktivitas ini dilakukan untuk mengisi waktu sebelum azan Magrib menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan.

Daripada sekadar menunggu tanpa tujuan, ngabuburit bisa menjadi momen yang lebih bermakna jika diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.

Untuk menjadikan ngabuburit lebih produktif, ada banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari memperbanyak ibadah, mengikuti kajian keagamaan hingga menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman.

Dengan begitu, ngabuburit bukan hanya sekadar mengisi waktu buka puasa tetapi juga menjadi sarana untuk memperkaya diri, baik secara spiritual maupun intelektual.

Baca Juga: Ramadan Berkah! Ini 3 Wisata Religi di Kota Pontianak yang Cocok Dikunjungi Sambil Ngabuburit

Ide Kegiatan Ngabuburit yang Menarik dan Bermanfaat

1. Tadarus Al-Qur'an

Menghabiskan waktu menjelang buka puasa dengan membaca Al-Qur'an adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tidak hanya membaca, kamu juga bisa mencoba memahami tafsir ayat-ayat suci atau menghafalkannya sedikit demi sedikit.

Aktivitas ini bisa dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau bergabung dalam kelompok kajian agar semakin semangat dan mendapat pemahaman yang lebih mendalam.

Baca Juga: 5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan saat Ngabuburit

2. Membaca buku Islami

Jika kamu suka membaca, ngabuburit adalah waktu yang tepat untuk menambah wawasan keislaman melalui buku-buku Islami.

Buku bertema sejarah Nabi, kisah para sahabat atau kajian spiritual dapat memberikan inspirasi dan memperkaya pemahaman agama.

Daripada hanya menghabiskan waktu dengan media sosial atau tontonan kurang bermanfaat, membaca buku dapat menjadi asupan nutrisi bagi jiwa dan pikiran.

3. Menulis jurnal Ramadan

Ngabuburit juga bisa menjadi momen refleksi diri dengan menulis jurnal Ramadan.

Catat pengalaman berpuasamu, amalan yang telah dilakukan, serta target ibadah yang ingin dicapai.

Dengan menulis jurnal, kamu bisa lebih terstruktur dalam menjalankan Ramadan dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.

Selain itu, menulis juga bisa menjadi terapi yang menenangkan dan membantu memahami perjalanan spiritual diri sendiri.

Baca Juga: Sundown Markette Hadir di GBK, Destinasi Ngabuburit Favorit di Jakarta

4. Mengikuti kajian keagamaan

Jika tidak sempat menghadiri kajian di masjid, kamu tetap bisa mengisi waktu buka puasa dengan mendengarkan kajian keagamaan secara online.

Banyak ustaz dan ulama yang membagikan ceramah mereka melalui media sosial atau platform streaming.

Pilihlah kajian yang membahas topik menarik seperti hikmah Ramadan, fiqih puasa atau kisah inspiratif para sahabat agar ngabuburit lebih bermakna.

5. Memasak menu berbuka yang sehat

Bagi yang hobi memasak, ngabuburit bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan hidangan buka puasa yang sehat dan bergizi.

Daripada mengandalkan makanan instan atau gorengan yang kurang sehat, cobalah membuat menu sederhana seperti salad buah, sup hangat atau olahan kurma.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Di Tangsel, Cocok Untuk Ngabuburit

Memasak sendiri tidak hanya lebih sehat tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri saat menikmati hasilnya bersama keluarga.

6. Berbagi takjil dengan sesama

Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, dan salah satu cara menebar kebaikan adalah dengan berbagi takjil kepada mereka yang membutuhkan.

Kamu bisa menyiapkan beberapa porsi makanan ringan untuk buka puasa dan membagikannya kepada tetangga, pekerja jalanan atau mereka yang masih dalam perjalanan.

Tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi orang lain, berbagi takjil juga menjadi ladang pahala yang besar.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Ngabuburit Bersama Teman, Waktu Terasa Lebih Cepat!

Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu buka puasa, tetapi bisa menjadi kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Mulai dari memperdalam ibadah, meningkatkan wawasan, berbagi dengan sesama hingga menjaga kesehatan.

Semua bisa dilakukan agar Ramadan menjadi lebih bermakna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK