Salat adalah cara terbaik untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Setiap gerakan dan doa di dalamnya dapat menenangkan pikiran sekaligus menjadi bentuk relaksasi fisik.
Membaca Al-Qur’an dan Berzikir
Al-Qur’an disebut sebagai penenang dan penyembuh hati. Membaca ayat-ayat suci, berzikir, dan bersalawat mampu menentramkan jiwa serta membuat seseorang lebih sabar menghadapi ujian.
Berbaik Sangka kepada Allah (Husnudzan)
Meyakini bahwa setiap takdir Allah pasti membawa kebaikan akan membuat hati lebih tenang. Seperti sabda Rasulullah, Allah akan memberikan sesuai prasangka hamba-Nya.
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
2. Membangun Sikap Mental yang Positif
Sabar dan Tawakal
Sabar menghadapi cobaan adalah kunci ketenangan. Dengan berserah diri kepada Allah, rasa cemas akan berkurang dan hati menjadi lebih kuat.
Berlapang Dada
Allah menjanjikan kelapangan bagi orang yang beriman. Saat seseorang menerima ujian dengan ikhlas, beban hidup akan terasa lebih ringan.
Gunakan Akal Sehat
Islam mengajarkan agar kita menggunakan akal dalam menghadapi masalah, bukan sekadar menuruti emosi. Allah berfirman:
“Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Berpikir rasional membantu menemukan solusi yang lebih baik tanpa dikuasai oleh rasa marah atau putus asa.
3. Mengelola Emosi dan Hubungan Sosial
Mengendalikan Amarah
Ketika marah, Rasulullah SAW menyarankan untuk mengubah posisi tubuh dari berdiri menjadi duduk, atau dari duduk menjadi berbaring serta berwudhu untuk menenangkan diri.
Memaafkan
Memberi maaf membuat hati lebih lega daripada menyimpan dendam. Islam mengajarkan bahwa memaafkan adalah bentuk kekuatan dan kebaikan hati.
Bergaul dengan Orang Saleh
Lingkungan yang baik sangat memengaruhi ketenangan jiwa. Berteman dengan orang saleh dapat mengingatkan kita untuk selalu sabar dan berserah kepada Allah.
“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Berbuat Baik dan Membantu Sesama
Membantu orang lain yang sedang kesulitan dapat menumbuhkan rasa syukur dan kebahagiaan.
Dengan berbagi, seseorang menyadari bahwa masih banyak yang lebih membutuhkan, sehingga stres pun berkurang.
4. Menjaga Keseimbangan Hidup dan Kesehatan Mental
Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Beliau bersabda:
“Tidak ada nikmat yang lebih besar setelah iman selain nikmat sehat.” (HR. Ahmad)
“Banyak manusia merugi karena dua nikmat: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Gaya hidup sehat dengan makan makanan halal, istirahat cukup, dan berolahraga bukan hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menjaga kestabilan mental.
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim).
Baca Juga: Jogging untuk Pemula: Cara Mudah Turunkan Berat Badan dan Stres
5. Bersyukur dan Melihat Ujian Sebagai Peluang Kebaikan
Islam mengajarkan bahwa setiap keadaan, baik suka maupun duka, adalah bentuk kasih sayang Allah.
Orang beriman yang bersyukur saat senang dan bersabar saat susah akan selalu mendapatkan kebaikan.
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, karena setiap urusannya adalah baik.”
(HR. Muslim)
Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas, akal, dan hubungan sosial untuk menjaga kesehatan mental.
Dengan memperkuat ibadah, berpikir positif, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta bersyukur atas setiap ujian, stres dapat dikelola dengan cara yang menenangkan dan penuh makna.