Akurat

Cloud Mining Kembali Booming di Tengah Lonjakan Harga Bitcoin, Mengapa?

Demi Ermansyah | 30 Oktober 2025, 19:50 WIB
Cloud Mining Kembali Booming di Tengah Lonjakan Harga Bitcoin, Mengapa?

AKURAT.CO Di tengah lonjakan harga Bitcoin yang kini mencapai sekitar USD111.000 atau setara Rp1,85 miliar per BTC, aktivitas menambang Bitcoin (Bitcoin mining) kembali menjadi sorotan utama di dunia investasi aset digital.

Meski tingkat kesulitan jaringan blockchain terus meningkat, efisiensi energi dan kemajuan teknologi perangkat keras membuat aktivitas mining tetap menguntungkan, khususnya melalui model cloud mining yang kini semakin populer di kalangan investor global.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (30/10/2025) Bitcoin, yang dikenal sebagai “store of value” global, telah bertransformasi menjadi aset inti dalam portofolio keuangan modern.

Baca Juga: Peretasan Terbesar Kripto Terungkap, 127 Ribu BTC Dicuri dari LuBian

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp36.611 triliun, dengan volume perdagangan harian sebesar Rp1.062 triliun, menandakan tingginya likuiditas serta minat terhadap aset kripto ini. Di tengah peningkatan harga dan minat investor, cloud mining muncul sebagai solusi bagi mereka yang ingin berpartisipasi dalam proses penambangan tanpa harus membeli perangkat keras fisik.

Cloud mining memungkinkan investor untuk menyewa kekuatan komputasi (hash power) dari pusat data milik perusahaan penyedia layanan mining. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu membeli peralatan tambang, mengatur pendingin, atau membayar listrik mahal. Mereka cukup membeli kontrak mining dengan jangka waktu tertentu dan menerima hasil mining sesuai proporsi hash power yang disewa.

Namun, di balik peluang besar ini, industri cloud mining juga memiliki risiko, terutama dari sisi legalitas dan transparansi. Banyak kasus penipuan (scam) yang mengatasnamakan cloud mining dengan iming-iming keuntungan tinggi. Karena itu, memilih platform yang legal dan terverifikasi menjadi langkah paling penting sebelum berinvestasi.

Langkah pertama adalah memastikan platform cloud mining terdaftar secara resmi di yurisdiksi yang memiliki pengawasan regulasi yang jelas, seperti Swiss, Uni Eropa, atau Amerika Serikat. Platform yang tunduk pada regulasi di negara-negara tersebut cenderung lebih dapat dipercaya karena wajib menjalankan audit dan pelaporan berkala kepada otoritas keuangan.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan transparansi kontrak. Platform yang legal biasanya mencantumkan secara rinci biaya pemeliharaan, biaya listrik, jadwal penarikan, serta proyeksi keuntungan (ROI).

Beberapa bahkan menyediakan dasbor penghasilan real-time atau kalkulator profitabilitas, yang membantu investor menghitung potensi pengembalian berdasarkan harga Bitcoin terkini.

Berdasarkan laporan Cryptonews dan riset pasar aset digital, terdapat lima platform cloud mining yang paling dipercaya di tahun 2025 antara lain AutoHash, Bitdeer, BitFuFu, ECOS, dan NiceHash.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin 2025: BTC Diproyeksikan Tembus USD200.000 di Tengah Optimisme Pasar

AutoHash, Berbasis di Swiss dan diawasi oleh otoritas keuangan negara tersebut. Dikenal karena transparansi biaya serta kontrak jangka pendek yang fleksibel.

Bitdeer (BTDR), Terdaftar di NASDAQ, platform ini populer di kalangan investor institusional berkat kepatuhan regulasi dan infrastruktur yang kuat.

BitFuFu (FUFU), Juga terdaftar di NASDAQ, BitFuFu menawarkan model ganda: layanan cloud mining dan opsi hosting mesin fisik di pusat data mereka.

ECOS, Platform yang beroperasi dengan lisensi resmi dari pemerintah Armenia, memberikan jaminan hukum dan perlindungan investor.

NiceHash, Pasar hashrate terbesar di dunia yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual kekuatan komputasi secara langsung.

Kelima platform tersebut tidak hanya menawarkan keuntungan kompetitif, tetapi juga tingkat keamanan dan transparansi tinggi, menjadikannya pilihan utama di kalangan penambang profesional maupun investor ritel.

Sebelum berinvestasi, investor disarankan menggunakan kalkulator keuntungan untuk memperkirakan titik impas di berbagai skenario harga Bitcoin. Mulailah dengan kontrak berjangka pendek atau nilai kecil sebagai tahap uji coba terhadap sistem pembayaran dan penarikan platform.

Selain itu, strategi diversifikasi sangat dianjurkan. Dengan membagi modal di beberapa platform terpercaya, investor dapat mengurangi risiko kegagalan sistem atau fluktuasi harga energi yang dapat memengaruhi keuntungan mining.

Tahun 2025 menandai babak baru dalam dunia kripto. Bitcoin kini tidak lagi dianggap sebagai aset spekulatif berisiko tinggi, tetapi telah berkembang menjadi cadangan digital global yang diakui di berbagai negara.

Bersamaan dengan itu, industri cloud mining juga telah mengalami transformasi signifikan, dari sektor yang dulu dipenuhi ketidakpastian hukum menjadi industri yang diatur dengan standar profesional dan transparansi tinggi.

Legalitas yang semakin jelas, ditambah efisiensi energi dan perangkat keras generasi terbaru, membuat cloud mining kini menjadi gerbang rasional bagi investor tradisional untuk masuk ke dunia Bitcoin.

Dengan sistem yang lebih aman dan model bisnis yang transparan, partisipasi publik terhadap ekonomi digital Bitcoin menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Menambang Bitcoin di era modern bukan lagi sekadar kegiatan teknis, melainkan juga strategi investasi jangka panjang. Dengan mempertimbangkan faktor efisiensi, regulasi, dan volatilitas harga, cloud mining menawarkan kombinasi antara potensi keuntungan dan kenyamanan operasional yang tidak ditemukan pada model penambangan konvensional.

Di tengah meningkatnya adopsi aset digital secara global, cloud mining menjadi jembatan antara teknologi blockchain dan sistem keuangan modern. Investor kini tidak hanya membeli Bitcoin, tetapi juga berpartisipasi langsung dalam proses penciptaannya dengan risiko yang lebih terukur.

Dengan legalitas yang semakin diperkuat, infrastruktur yang efisien, serta potensi keuntungan yang stabil, cloud mining diproyeksikan menjadi salah satu bentuk investasi digital paling rasional di tahun 2025.

Bagi investor yang cermat dan berhati-hati, peluang emas dalam dunia penambangan Bitcoin kini terbuka lebih lebar dari sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.