Bitcoin Bertahan di Level Kritis, Pasar Tunggu Penutupan Desember

AKURAT.CO Harga Bitcoin (BTC) saat ini masih bergerak di area krusial dengan diperdagangkan dekat simple moving average (SMA) dua tahun di kisaran USD82.800.
Level ini kembali menjadi sorotan pelaku pasar karena berulang kali terbukti sebagai pembatas utama tren jangka panjang Bitcoin dalam berbagai siklus sebelumnya.
Mengacu pada analisis yang dikutip dari Beincrypto, Minggu (28/12/2025) SMA dua tahun kerap menjadi garis pemisah antara fase bertahan dan fase pelemahan mendalam.
Dalam sejarah pergerakan harga Bitcoin, penutupan bulanan di atas level tersebut biasanya menandakan bahwa pasar masih berada dalam siklus yang relatif sehat, meski volatilitas tetap tinggi.
Baca Juga: Insiden Flash Crash Bitcoin di Binance Ungkap Tingginya Risiko Pasangan Trading Likuiditas Tipis
Sebaliknya, penutupan harga Bitcoin secara konsisten di bawah SMA dua tahun sering kali menjadi sinyal awal dimulainya fase bear market yang lebih dalam. Namun hingga saat ini, Bitcoin belum mencatatkan penutupan bulanan di bawah garis tersebut, sehingga tekanan jual yang terjadi masih dianggap sebagai bagian dari fase koreksi.
Dengan kondisi tersebut, penutupan perdagangan pada Desember menjadi faktor yang sangat menentukan arah pasar ke depan. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas USD82.800 hingga akhir tahun, maka besar kemungkinan pasar kripto masih berada dalam fase transisi menuju akhir siklus, bukan bear market yang sudah terkonfirmasi.
Skenario ini membuka peluang bahwa pergerakan harga pada 2026 berpotensi mengalami kenaikan yang tertunda. Artinya, tekanan yang terjadi saat ini bisa menjadi fase konsolidasi sebelum tren positif kembali terbentuk, meski tidak terjadi reli dalam waktu dekat.
Namun risiko tetap membayangi. Apabila Bitcoin menutup bulan Desember jauh di bawah SMA dua tahun, proyeksi penurunan ke kisaran USD65.000 hingga USD75.000 dinilai akan semakin kuat secara struktural.
Level tersebut disebut sebagai area yang berpotensi menjadi tujuan koreksi berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Baca Juga: Bitcoin Masih Tertolong Efek Trump Trade di Tengah Tekanan Kripto Winter
Dalam kerangka bearish, terdapat pula level pembatalan yang jelas. Jika Bitcoin mampu kembali bergerak dan bertahan di atas moving average 365 hari yang berada di sekitar USD102.000, maka skenario bear market akan melemah secara signifikan.
Level ini sebelumnya menjadi penanda awal bear market pada 2022 saat berhasil ditembus ke bawah.
Pemulihan harga di atas USD102.000 akan mengindikasikan kembalinya kekuatan tren naik dan membentuk struktur bullish baru.
Pandangan ini juga sejalan dengan sejumlah proyeksi optimistis dari analis pasar yang menilai Bitcoin masih memiliki peluang menguat pada akhir siklus.
Secara sederhana, posisi Bitcoin saat ini berada di titik penentuan. Bertahan di atas USD82.800 hingga penutupan Desember akan menjaga narasi fase transisi tetap hidup, sementara penutupan bulanan di bawah level tersebut akan meningkatkan risiko masuk ke bear market.
Untuk saat ini, Bitcoin masih bergerak di antara tekanan jual jangka pendek dan support siklus jangka panjang. Pasar belum menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat, tetapi juga belum mengalami breakdown struktural.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menanti kepastian arah dari penutupan bulan Desember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









