Akurat

Mengenal Analisis Whale Alert untuk Memprediksi Pergerakan Harga Kripto

Eko Krisyanto | 31 Desember 2025, 20:40 WIB
Mengenal Analisis Whale Alert untuk Memprediksi Pergerakan Harga Kripto

AKURAT.CO Dalam dunia kripto yang dikenal sangat volatil, pergerakan harga kerap dipengaruhi oleh investor besar yang disebut whale. Aktivitas mereka mampu mengguncang pasar hanya melalui satu transaksi bernilai besar.

Karena itu, analisis Whale Alert menjadi strategi penting yang perlu dipahami trader untuk membaca potensi arah pasar lebih awal sebelum tren benar-benar terbentuk.

Analisis whale alert dilakukan dengan memantau transaksi aset digital bernilai besar yang tercatat di blockchain.

Aktivitas ini dapat memberikan gambaran apakah whale sedang melakukan akumulasi, distribusi, atau sekadar memindahkan aset antar dompet.

Dikutip dari Nansen, pola kepemilikan whale dapat membantu trader memahami tren akumulasi jangka panjang sekaligus mendeteksi potensi pelepasan aset dalam skala besar.

Transaksi besar umumnya dilakukan oleh dompet institusional atau individu bermodal besar. Aktivitas yang paling sering diamati meliputi aliran dana masuk dan keluar dari exchange, terutama saat pasar berada dalam fase konsolidasi.

Seluruh data ini bersifat transparan dan dapat dipantau melalui blockchain maupun berbagai platform analisis on-chain.

Whale alert menjadi krusial karena mampu memberikan sinyal dini perubahan tren pasar.

Trader dapat memanfaatkan platform pemantau seperti Whale Alert atau Nansen yang menyediakan notifikasi real time, sehingga respons terhadap dinamika pasar bisa dilakukan lebih cepat dan terukur.

Baca Juga: Memahami Cum Date dan Ex Date Saham, Penting agar Tidak Kehilangan Hak Dividen

5 Cara Analisis Whale Alert untuk Prediksi Harga Kripto

  1. Identifikasi aktivitas whale

    Langkah awal adalah mengenali transaksi bernilai besar yang terdeteksi oleh Whale Alert. Setiap transaksi dicatat secara publik di blockchain.

    Trader perlu memastikan apakah transaksi tersebut merupakan indikasi jual beli atau hanya perpindahan internal antar dompet milik entitas yang sama agar tidak salah menafsirkan sinyal.

  2. Analisis pola akumulasi dan distribusi

    Menurut Nansen, fokus analisis sebaiknya pada tren jangka menengah hingga panjang, bukan hanya satu transaksi tunggal.

    Transfer besar dari exchange ke dompet pribadi sering diartikan sebagai akumulasi, sementara aliran dana besar ke exchange bisa mengindikasikan potensi distribusi. Pola ini perlu dikonfirmasi dengan data volume dan kondisi pasar.

  3. Manfaatkan alat analisis on-chain secara konsisten

    Platform seperti Nansen atau BingX menyediakan dashboard khusus untuk melacak aktivitas whale dan smart money.

    Trader dapat memantau riwayat dompet besar, mengatur notifikasi, dan membaca pola pergerakan dana secara lebih komprehensif.

  4. Kombinasikan dengan analisis teknikal dan sentimen pasar

    Whale alert tidak ideal digunakan secara tunggal.

    Menggabungkannya dengan analisis teknikal—seperti support-resistance, pola candlestick, serta indikator momentum—dan sentimen pasar akan menghasilkan keputusan trading yang lebih objektif dan terukur.

  5. Terapkan manajemen risiko secara disiplin

    Meski whale alert memberi petunjuk penting, trader tetap wajib mengutamakan manajemen risiko.

    Penggunaan stop loss, pembagian modal, serta diversifikasi portofolio penting untuk menghindari risiko berlebihan akibat mengikuti pergerakan whale secara membabi buta.

Analisis whale alert membantu trader memahami pergerakan dana besar dan potensi arah pasar kripto.

Dengan memadukan data on-chain, analisis teknikal, serta manajemen risiko yang disiplin, trader dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar kripto yang cepat dan penuh volatilitas.

Baca Juga: Tak Kalah dari Indonesia, Ini Daftar Negara dengan Biaya Hidup Murah di Luar Negeri

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.