Akurat

Pemilik Travel Sebut Kementan Belum Lunasi Perjalanan Dinas SYL Rp1 Miliar ke Spanyol

Siti Nur Azzura | 6 Juni 2024, 09:38 WIB
Pemilik Travel Sebut Kementan Belum Lunasi Perjalanan Dinas SYL Rp1 Miliar ke Spanyol

AKURAT.CO Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menghadirkan Pemilik Suita Travel, Harly Lafian, sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Dalam persidangan, Bos Suita Travel itu mengaku jika Kementan belum melunasi tagihan senilai Rp1 miliar untuk perjalanan dinas SYL dan rombongan ke Spanyol.

Awalnya, Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh bertanya mengenai ada tidaknya tagihan ke jasa travel milik Harly dari Kementan.

"Pembayaran sudah lunas atau ada tunggakan?" tanya hakim dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Harly pun tanpa ragu menjawab masih ada tagihan dan tak bisa menghubungi orang di Kementan. "Masih ada Yang Mulia," kata Harly.

Baca Juga: Terungkap! Anak Cucu SYL Ikut Rombongan Kementan Pergi Umroh

"Berapa yang saudara hitung?" tanya hakim.

"Mungkin ada ratusan juta Yang Mulia, saya lupa nilainya. Kebanyakan orang yang saya hubungi tidak terima WA kami lagi, sepertinya putus hubungan," jawab Harly.

Akan tetapi hakim justru menegur Harly, lantaran jumlah tagihan ke Kementan tidak jelas angkanya. "Saudara mau nagih utang tapi enggak jelas jumlahnya, bagaimana orang mau bayar?" ujar Hakim Pontoh.

"Sudah ada notanya," jawab Harly.

"Biasanya nota itu saudara alamatkan ke mana?" tanya hakim.

Harly mengatakan nota telah dikirimkan ke Kementan. Menurut dia, Muhamamd Hatta yang kini juga menjadi terdakwa bersama SYL, yang biasa memberikan informasi terkait rombongan Kementan yang berangkat menggunakan jasa travelnya.

"Ke Kementerian Pertanian," jawab Harly.

"Apa urusannya? Pernah minta tiket?" tanya hakim.

"Pak Hatta kalau ada kunjungan Pak Hatta yang akan infokan ini rombongannya, setelah itu urusan dengan yang lain," jawab Harly.

"Apakah Hatta memberikan uang pada saudara atau hanya sampaikan secara lisan?" tanya hakim.

"Menyampaikan lisan saja, pembayaran bukan beliau," kata Harly.

"Coba saudara ingat-ingat berapa ratus juta lagi?" tanya hakim.

"Mungkin lebih dari Rp1 miliar karena perjalanan terakhir belum dibayar," jawab Harly.

Baca Juga: Kejar Aset dan Aliran Uang, KPK Buka Peluang Jerat Keluarga SYL dengan Pasal TPPU

Hakim pun menanyakan ke mana perjalanan rombongan SYL terakhir menggunakan jasa trevel miliknya, dan belum membayarnya.

"Ke mana?" tanya hakim.

"Terakhir itu kalau enggak salah ke Spanyol," jawab Harly.

"Itu perjalanan dinas jelas?" tanya hakim.

"Perjalanan dinas terakhir," jawab Harly.

"Biayanya berapa ke Spanyol?" tanya hakim.

"Mungkin sampai Rp1 miliar," jawab Harly.

"Itu sama sekali belum dibayar?" tanya hakim.

"Sama sekali belum," kata Harly.

"Kami sudah tagihkan, yang dituju sampai sekarang tidak pernah membalas WA saya, tidak bilang juga sudah terima WA-nya," lanjut Harly menerangkan pada hakim.

"Pernah minta secara resmi ke Kementerian?" tanya hakim.

"Saya sudah pernah bikin surat, tapi tidak ada tanggapan," jawab Harly.

"Pernah datang sendiri?" tanya hakim.

"Pernah satu kali. Dulu dipanggil sekali untuk meeting dengan banyak orang untuk menanyakan perjalanan saja. Setelah itu enggak ada sama sekali," kata Harly.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
S