Akurat

Raja Sapta Oktohari Jadi Orang Indonesia Pertama yang Raih UCI Merit Award

Hervin Saputra | 29 September 2025, 12:01 WIB
Raja Sapta Oktohari Jadi Orang Indonesia Pertama yang Raih UCI Merit Award
 
AKURAT.CO, Ketua Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mencetak sejarah baru dengan menerima UCI Merit Award 2025 pada Kongres Union Cycliste Internationale (UCI) di Kigali, Rwanda, Minggu (28/9).
 
Penghargaan tersebut mengantarkan Okto -sapaan Raja Sapta- menjadi orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan bergengsi dari induk organisasi balap sepeda dunia tersebut.
 
Presiden UCI, David Lappartient, bahkan memberikan pujian langsung kepada Raja Sapta. Ia bahkan menyebut, sejak pertama mengenal Okto, sampai saat ini semangatnya tidak pernah padam.
 
 
"Ia selalu ingin tahu, berkembang, dan konsisten membawa kemajuan balap sepeda, tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia dan dunia. Tidak semua orang bisa melakukannya," kata Lappartient dari keterangan yang diterima Akurat.co.
 
Penghargaan ini disebut sebagai bentuk pengakuan dunia atas kontribusi dan konsistensi Raja Sapta dalam memajukan olahraga balap sepeda.
 
Okto yang menerima penghargaan tersebut tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak mungkin terjadi jika bukan karena bantuan banyak pihak.
 
"Saya benar-benar kaget, terharu, sekaligus bangga. Ini bukan pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja keras tim yang selalu mencintai balap sepeda Indonesia. Terima kasih UCI atas penghargaan ini," kata Raja Sapta.
 
Perjalanan Panjang dari ISSI hingga Olimpiade
 
Kecintaan Okto terhadap sepeda sudah muncul sejak SMP. Namun, kiprah resminya dimulai ketika menjabat sebagai Ketua Pengprov Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) DKI Jakarta pada 2011. Di mana Empat tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Ketua Umum PB ISSI.
 
 
Di bawah kepemimpinannya, PB ISSI meningkatkan kualitas pelatih dan atlet, mengamankan ajang UCI, serta mengirim atlet berlatih ke UCI World Cycling Centre di Swiss. Hasilnya, Indonesia untuk pertama kali meloloskan atlet BMX, Toni Syarifudin, ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
 
Okto juga berperan besar dalam kesuksesan cabang balap sepeda di Asian Games 2018 dan memimpin suksesnya gelaran Asian Para Games 2018 sebagai Ketua Panitia.
 
Sebagai Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta juga dikenal piawai menjaga eksistensi Merah Putih di pentas internasional.
 
Pada periode 2019–2023, ia memimpin Tim Gugus Tugas atas perintah Presiden Joko Widodo untuk mengatasi sanksi WADA. Hanya dalam waktu tiga bulan, bendera Merah Putih kembali bisa berkibar di ajang internasional.
 
Di periode kedua (2023–2027), Okto kembali mengatasi ancaman terhadap tiga cabang olahraga tanah air (tenis meja, anggar, dan tinju amatir) agar tetap diakui federasi internasional.
 
Bukan cuma itu, ia juga bekerja sama dengan PB IPSI hingga berhasil mendorong cabor pencak silat masuk dalam agenda Asian Youth Games 2025 di Bahrain.
 
Kini, Okto menegaskan peran pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pimpinan Erick Thohir, dalam menegakkan UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang kewajiban Federasi Nasional menjadi anggota Federasi Internasional.
 
Langkah tersebut diyakini akan memperkuat olahraga prestasi nasional dan memastikan atlet-atlet Indonesia tidak lagi dirugikan dan menjadi korban dalam event-event internasional.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H