Diplomasi NOC Indonesia Berbuah Manis, Rizki dan Rahmat Tidak Saling Sikut di Olimpiade LA 2028
Hervin Saputra | 24 Desember 2025, 19:58 WIB

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) membawa kabar sejuk bagi masa depan angkat besi Indonesia di panggung dunia, khususnya untuk ajang olimpiade.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memastikan bahwa diplomasi yang dilakukan pihaknya kepada Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) telah membuahkan hasil manis.
Fokus utama diplomasi ini adalah pemisahan kelas pertandingan pada Olimpiade Los Angeles (LA) 2028 mendatang.
Hal ini menjadi krusial mengingat Indonesia memiliki dua lifter kelas dunia, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah, yang selama ini kerap "saling sikut" karena berada di kelas yang sama.
Pria yang karib disapa Okto itu mengungkapkan bahwa kegelisahan mengenai bentroknya dua lifter putra terbaik Indonesia tersebut akhirnya terjawab.
IWF secara resmi akan mengakomodasi kelas baru yang memungkinkan keduanya tampil tanpa harus mengeliminasi satu sama lain.
"Paling menarik adalah diplomasi NOC Indonesia kepada IWF itu akhirnya diterima. Jadi kalau selama ini kita pusing karena jagoan kita, Rizki sama Rahmat, ada di kelas yang sama, di Olimpiade LA 2028 nomornya bisa dipecah," ujar Okto saat ditemui di kantor NOC Indonesia, di FX Senayan, Jakarta, Rabu (24/12).
Pada gelaran Olimpiade di Amerika Serikat nanti, Okto menyebut bahwa IWF menghadirkan nomor 75 kilogram dan 85 kilogram.
"Sehingga dua atlet terbaik kita ini bisa dipecah, Rizki di 75 kilogram dan Rahmat di 85 kilogram," tambahnya.
Optimisme Oktohari bukan tanpa alasan. Performa keduanya pada ajang SEA Games Thailand 2025 menjadi bukti nyata. Meski bertanding di kelas yang sedikit berbeda dari biasanya, baik Rizki maupun Rahmat sukses menyabet medali emas, bahkan mencetak sejarah baru.
"Di SEA Games kemarin, Rizki tanding di kelas 79 kilogram dan Rahmat di 88 kilogram, dua-duanya dapat emas. Bahkan (Rizki) pecah rekor dunia! Bukan lagi rekor Asia Tenggara atau Asia, tapi rekor dunia. Ini luar biasa," tegas Okto.
Langkah selanjutnya, NOC Indonesia akan menjadikan Asian Games Nagoya 2026 sebagai tolok ukur konsistensi para atlet. Okto menekankan pentingnya menjaga performa atlet agar tetap berada di level puncak hingga 2028.
Tak hanya itu, NOC Indonesia telah berkoordinasi dengan Menpora untuk membentuk tim khusus pendampingan proses kualifikasi.
Mengingat tahun 2026 adalah gerbang pembuka pengumpulan poin menuju LA 2028, pengawasan ketat akan dilakukan agar tidak ada atlet potensial yang kehilangan momentum.
"Kami sudah lapor Pak Menpora (Erick Thohir) agar kita bisa membentuk kelompok pendampingan kualifikasi. Kita kawal semua cabor yang punya potensi, jangan sampai ada yang terlewat. Pengumpulan poin dimulai dari awal, jangan sampai kita baru sibuk di akhir," katanya.
Dengan keberhasilan diplomasi ini, peluang Indonesia untuk mengawinkan dua medali emas dari cabang angkat besi di Olimpiade 2028 kini terbuka lebar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









