Akurat

Melampaui Ekspektasi, Cabor-cabor Dualisme Justru Unjuk Gigi di SEA Games 2025

Hervin Saputra | 26 Desember 2025, 22:29 WIB
Melampaui Ekspektasi, Cabor-cabor Dualisme Justru Unjuk Gigi di SEA Games 2025
 
AKURAT.CO, Pelaksanaan SEA Games Thailand 2025 menyisakan cerita menarik bagi kontingen Indonesia. Di tengah bayang-bayang isu dualisme kepengurusan di tingkat nasional, sejumlah cabang olahraga (cabor) seperti tinju, tenis meja, dan berkuda justru berhasil mencatatkan prestasi gemilang yang melampaui ekspektasi.
 
​Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memberikan apresiasi khusus terhadap pencapaian cabor-cabor tersebut.
 
Menurut pria yang akrab disapa Okto ini, prestasi yang diraih tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan prestasi tetap berjalan maksimal di level internasional.
 
 
​"Yang mengejutkan, ada cabor yang kemarin-kemarin tidak pernah berprestasi, sekarang mulai menunjukkan prestasinya," kata Raja Sapta Oktohari di kantornya, FX Senayan, Jakarta, Rabu (24/12).
 
"Tenis meja mendapatkan satu perak dan satu perunggu, berkuda meraih dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Lalu tinju dengan satu emas, empat perak, dan empat perunggu."
 
​Menepis Isu Dualisme
 
​Menanggapi pertanyaan mengenai hambatan dualisme kepengurusan yang kerap menerpa cabor-cabor tersebut, Okto menegaskan bahwa di mata NOC Indonesia persoalan tersebut sebenarnya tidak ada. Ia menjelaskan bahwa standar yang digunakan adalah pengakuan Federasi Internasional (IF).
 
​"Di NOC Indonesia tidak ada dualisme. Semua cabor yang terdaftar sebagai anggota kami adalah mereka yang diakui oleh International Federation atau Asia Confederation. Pemahaman dualisme itu hanya ada di (internal) Indonesia," tegasnya.
 
 
​Okto menjelaskan bahwa siapapun yang diakui secara internasional, itulah yang memiliki hak untuk tampil di ajang multievent.
 
"Karena yang boleh ikut di kompetisi internasional hanya yang diakui oleh International Federation," tambahnya.
 
​Parameter Menuju Asian Games dan Olimpiade 2028
 
​Keberhasilan cabor-cabor ini di Thailand menjadi parameter penting bagi Pemerintah dalam menetapkan cabor unggulan. Okto menyebut SEA Games sebagai langkah awal dari strategi reinforcement (penguatan) untuk mendorong atlet mencapai performa maksimal.
 
​Target besar berikutnya adalah Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang akan menjadi pintu pembuka kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
 
​"Dari sini kita lihat lagi supaya prestasi mereka bisa terjaga sampai ke Olimpiade 2028. Tahun depan (2026) adalah pembukaan proses kualifikasi LA 2028. Kami akan mengawal semua cabor potensial agar tidak kehilangan poin sejak awal," ucap Okto.
 
​Dengan hasil ini, NOC Indonesia berharap momentum kebangkitan cabor seperti tenis meja, tinju, dan berkuda dapat terus dipertahankan demi menjaga martabat olahraga Indonesia di kancah dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H