Akurat

Krisna Bayu Bantah Intimidasi Atlet Kickboxing Indonesia di SEA Games Thailand

Hervin Saputra | 24 Desember 2025, 19:43 WIB
Krisna Bayu Bantah Intimidasi Atlet Kickboxing Indonesia di SEA Games Thailand
 
AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) membantah adanya perlakuan intimidatif dari anggota komite eksekutif mereka terhadap atlet kickboxing di SEA Games Thailand 2025 yang baru saja rampung digelar.
 
Krisna Bayu selaku anggota eksekutif NOC Indonesia yang dituding melakukan tindakan tersebut bersama anggota komite lainnya, Antonius Adi Wirawan, mengatakan bahwa mereka bertindak sudah sesuai dengan semua prosedur dan aturan yang berlaku.
 
Isu intimidasi yang dilakukan NOC Indonesia diungkap oleh atlet kickboxing putri, Andi Mesyara Jerni Maswara. Ia menyebut mendapat perlakuan tidak menyenangkan menjelang seremoni pengalungan medali kelas 50 kilogram putri.
 
 
Jerni mengaku Krisna Bayu dan Adi Wirawan hadir dan ikut menekannya untuk menghapus video yang dia unggah di media sosial Instagram yang berisi kritik karena merasa atlet kickboxing Indonesia dicurangi dalam kompetisi dua tahunan itu.
 
Krisna mengatakan bahwa mereka mengambil langkah berdiskusi dengan Jerni setelah berbicara dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) Ngatino dan Presiden Asia Kickboxing Confederation (AKC), Nasser Nassir.
 
"Sesuai arahan dari AKC, TD (Technical Delegates) juga, Pak Ketua Umum, mengutarakan terhadap atlet. Bagaimana kalau diturunkan dulu semuanya (kritik di medsos), karena kita mempunyai regulasi. Akhirnya beliau, anak ini menurunkan (video kritik) dan membuat permohonan maaf," kata Krisna Bayu.
 
"Maka dari itu kami mengambil langkah untuk berbicara dengan atlet tersebut. Saya sebagai mantan atlet ikut merasakan. Sebagai seorang atlet itu kalau sudah menang, kita tidak ngomong posisi pertama, kedua, atau ketiga, tetapi sakralnya adalah saat pengalungan medali."
 
Krisna Bayu menjelaskan bahwa pada awalnya Jerni tidak dibolehkan naik podium untuk pengalungan medali akibat unggahan videonya yang berisi kritikan tersebut. Sebagai gantinya perwakilan NOC Indonesia yang diminta untuk mewakili Jerni di atas podium.
 
 
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, bahkan mengatakan sebenarnya yang dilakukan oleh perwakilan NOC Indonesia itu sudah sesuai aturan. Alasannya karena tidak mau melihat atlet yang berhak atas medali tetapi tidak bisa naik ke podium.
 
"Semuanya itu sudah sesuai dengan aturan. Apa pun keputusan yang kami ambil mengenai semua cabang olahraga, kami pasti berkoordinasi dengan pemimpinnya. Kami dari NOC Indonesia tidak mungkin jalan sendiri. Kami selalu melihat aturannya," ujar Okto.
 
Persoalan terkait kickboxing Indonesia sebenarnya buntut panjang dari sanksi yang dikeluarkan WAKO Asia untuk manajer tim kickboxing Indonesia Rossy Nurasjati dan seorang pelatih asing berkebangsaan Kirgiztan. 
 
NOC Indonesia menerima surat pemberitahuan dari WAKO Asia itu pada September 2025. Isinya memberitahu bahwa kedua orang bersangkutan telah diberikan sanksi atas tindakan yang bertentangan dengan Statuta WAKO. 
 
Konsekuensinya Rossy dan sang pelatih tidak diperkenankan berpartisipasi di dalam setiap kegiatan di bawah naungan WAKO Asia termasuk SEA Games. Oleh karena itu, Rossy tidak masuk dalam daftar kontingen Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H