Akurat

Swifties Berduka! Konser Taylor Swift di Austria Dibatalkan karena Ancaman ISIS

Mitha Theana | 8 Agustus 2024, 23:06 WIB
Swifties Berduka! Konser Taylor Swift di Austria Dibatalkan karena Ancaman ISIS

AKURAT.CO Penggemar Taylor Swift di seluruh dunia dikejutkan setelah tiga konser sang bintang di Wina, Austria, dibatalkan secara mendadak menyusul konfirmasi pemerintah Austria tentang rencana serangan di lokasi acara.

Konser Taylor Swift dijadwalkan berlangsung di Stadion Ernst Happel itu diharapkan dihadiri sekitar 195 ribu penggemar, banyak di antaranya datang dari luar negeri untuk menyaksikan langsung penampilan superstar pop tersebut.

"Satu tahun penuh antusiasme hilang dalam sekejap," keluh seorang penggemar setelah penyelenggara konser mengumumkan pembatalan konser Taylor Swift melalui Instagram, kurang dari 24 jam sebelum konser pertama dimulai.

Baca Juga: PDIP Tak Khawatir Soal Isu Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024

Postingan tersebut mendapat lebih dari 5.500 tanggapan yang beragam, mulai dari pemahaman hingga kemarahan.

Banyak penggemar yang mendesak Swift untuk menyampaikan pesan langsung kepada mereka dan menjadwalkan ulang konser di ibu kota Austria tersebut.

Namun hingga saat ini, penyanyi dan penulis lagu berusia 34 tahun itu belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Pihak berwenang melaporkan pada Kamis (8/8/2024) bahwa seorang remaja Austria telah ditangkap terkait dugaan rencana serangan terhadap konser tersebut.

Diketahui juga telah membuat bahan peledak untuk serangannya dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Baca Juga: Lirik Lagu Cinta Terakhirku Oleh Arsy Widianto feat Syifa Hadju yang Bikin Baper

Direktur Jenderal Keamanan Publik Austria, Franz Ruf, dalam konferensi persnya mengungkapkan pria berusia 19 tahun tersebut, yang memiliki keturunan Makedonia Utara, telah membuat pengakuan penuh dalam tahanan.

Tersangka, yang namanya tidak disebutkan, merencanakan serangan mematikan di antara sekitar 20 ribu penggemar Swift yang akan berkumpul di luar Stadion Ernst Happel.

"Dia ingin melancarkan serangan di area luar stadion, membunuh sebanyak mungkin orang menggunakan pisau atau bahkan menggunakan bahan peledak yang telah dibuatnya," jelas Kepala Intelijen Nasional Austria, Omar Haijawi-Pirchner, seraya menambahkan bahwa tidak ada ancaman eksplisit terhadap konser lainnya.

Dua remaja Austria lainnya yang berusia 17 dan 15 tahun, juga ditahan pada Rabu atas rencana serangan yang digagalkan tersebut.

Baca Juga: Usai Bertemu Cak Imin, Prabowo Siap Hadiri Muktamar PKB di Bali

Menurut pihak berwenang, tersangka utama telah melakukan radikalisasi sendiri, mengubah penampilannya, dan menyebarkan propaganda Islamis secara daring.

Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Kanner, lantas menyatakan bahwa keputusan untuk membatalkan konser tersebut sangatlah tepat.

Baca Juga: Profil Veddriq Leonardo, Atlet Panjat Tebing Pertama yang Dapat Medali Emas untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024

"Saya ulangi, ini telah mencegah terjadinya tragedi," tegasnya

Barracuda Music, penyelenggara konser, menyatakan bahwa semua tiket akan dikembalikan secara otomatis dalam waktu 10 hari.

Namun, bagi banyak penggemar yang telah melakukan perjalanan jauh, pengembalian dana tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya mereka.

Baca Juga: Hubungan Megawati-Jokowi Baik sebagai Pejabat Publik, Bukan Pribadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.