Taylor Swift Tak Ingin Terapkan Dynamic Pricing untuk The Eras Tour, Apa Itu?

AKURAT.CO Taylor Swift dikabarkan sengaja tidak menerapkan 'dynamic pricing' untuk The Eras Tour, meskipun hal itu dapat meningkatkan pendapatannya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Jay Marciano, kepala promotor AEG Presents, yang membawa The Eras Tour ke berbagai lokasi di seluruh dunia.
Marciano juga menambahkan bahwa keputusan Swift tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan terkait tur, termasuk tidak menetapkan harga yang terlalu tinggi untuk merchandise yang dicari oleh para penggemar.
"Dia secara spesifik mengatakan, 'Tidak ada dynamic pricing'. Dia bersedia membuat keputusan yang berpotensi mengurangi pendapatannya karena dia memiliki pandangan jangka panjang terhadap kariernya," jelas Marciano.
Lantas, apa yang dimaksud dynamic pricing yang tidak diterapkan untuk The Eras Tour Taylor Swift.
Apa itu dynamic pricing?
Dynamic pricing atau penetapan harga dinamis adalah strategi yang digunakan oleh banyak perusahaan untuk menyesuaikan harga produk atau layanan mereka berdasarkan permintaan pasar, waktu, dan berbagai faktor lainnya.
Baca Juga: Persib Bandung vs Semen Padang: Imbang, Bojan Hodak Salahkan Jadwal dan Pede Berlebihan
Konsep ini semakin populer di berbagai industri, seperti perjalanan, e-commerce, dan acara langsung termasuk konser.
Dengan dynamic pricing, harga dapat berubah secara real-time, memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memaksimalkan pendapatan.
Cara kerja dynamic pricing sangat bergantung pada analisis data. Ketika permintaan terhadap suatu produk meningkat, harga cenderung naik.
Misalnya, tiket pesawat pada musim liburan biasanya lebih mahal dibandingkan dengan hari biasa karena tingginya permintaan.
Selain itu, waktu pembelian juga berpengaruh, harga dapat bervariasi tergantung pada seberapa dekat waktu pembelian dengan tanggal acara atau perjalanan.
Selain permintaan dan waktu, persaingan di pasar juga menjadi faktor penting.
Jika pesaing menurunkan harga, perusahaan mungkin akan menyesuaikan harga mereka untuk tetap bersaing.
Ketersediaan barang juga berpengaruh; jika suatu produk terbatas, harganya bisa melonjak.
Salah satu keuntungan utama dari dynamic pricing adalah kemampuannya untuk memaksimalkan pendapatan.
Dengan menetapkan harga yang sesuai dengan permintaan, perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan, terutama pada waktu puncak.
Selain itu, fleksibilitas yang ditawarkan oleh strategi ini memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan pasar dengan cepat.
Hal ini membantu mereka tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Namun, dynamic pricing juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah potensi kebingungan di kalangan pelanggan.
Ketika harga berubah-ubah, pelanggan mungkin merasa bingung atau frustrasi.
Selain itu, jika mereka merasa bahwa harga yang dibayar tidak adil, hal ini bisa merusak reputasi merek.
Perusahaan juga harus berhati-hati dalam merencanakan strategi harga mereka agar tidak kehilangan pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









