Mendag Budi: Aktivitas Pasar Kuala Simpang Bangkit Pascabencana

AKURAT.CO Aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai kembali menggeliat pascabencana.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan) menyatakan, sekitar 80% pedagang telah kembali beraktivitas, menandai fase awal pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Pemulihan Pasar Kuala Simpang Aceh ini berjalan seiring dengan proses pembersihan area pasar yang terus dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Kemendag Petakan 741 Desa untuk Program Desa Ekspor Mulai 2026
Sebagai pasar terbesar di Aceh Tamiang, Pasar Kuala Simpang memiliki peran strategis dalam menopang perputaran ekonomi lokal.
Kembalinya aktivitas perdagangan tidak hanya menjadi sinyal pemulihan sektor riil, tetapi juga krusial untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok pascabencana.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pemulihan pasar terdampak bencana di Sumatera dilakukan secara terkoordinasi, cepat, dan berkelanjutan.
Mendag Busan menyampaikan bahwa proses pemulihan Pasar Kuala Simpang dilakukan dengan pendekatan bertahap.
Saat ini, sebagian besar pedagang telah kembali berjualan meski pembersihan pasar masih berlangsung.
Baca Juga: 112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir Sumatera, Kemendag Siapkan Perbaikan
“Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga denyut ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kebersihan dan keamanan pasar.
Pasar Kuala Simpang Jadi Nadi Ekonomi Aceh Tamiang
Pasar Kuala Simpang merupakan pusat perdagangan utama masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar yang berdiri sejak 1982 ini menampung 295 pedagang, terdiri atas 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Keberlangsungan aktivitas di pasar ini berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang, distribusi barang, serta daya beli masyarakat sekitar. Karena itu, percepatan pemulihan Pasar Kuala Simpang menjadi prioritas pemerintah.
100 Tenda Darurat Disalurkan untuk Percepatan Pemulihan
Untuk mendukung kelancaran aktivitas jual beli selama masa pemulihan, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyalurkan 100 unit tenda darurat pada Rabu (31/12/2025). Tenda tersebut digunakan sebagai tempat berjualan sementara bagi pedagang yang terdampak.
Bantuan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha pedagang kecil sekaligus mencegah terhentinya roda ekonomi lokal.
Distribusi Bahan Pokok Dijaga, Stok Dipastikan Aman
Selain fokus pada pemulihan fisik pasar, Kemendag juga memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana tetap aman dan terkendali. Saat ini, stok komoditas seperti daging ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit terpantau stabil.
Pasokan tersebut didukung distribusi dari daerah penyangga seperti Takengon dan Medan, sehingga fluktuasi harga dapat ditekan.
Kemendag juga telah menyurati Bulog dan ID Food untuk segera menyalurkan beras SPHP dan minyak goreng Minyakita ke wilayah terdampak guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Tidak hanya di Aceh Tamiang, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli juga telah menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada periode 1–22 Desember 2025.
Bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana pegawai Kemendag, pelaku usaha, dan masyarakat umum, serta disalurkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku distribusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






