Akurat

112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir Sumatera, Kemendag Siapkan Perbaikan

Hefriday | 12 Desember 2025, 22:55 WIB
112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir Sumatera, Kemendag Siapkan Perbaikan

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan sebanyak 112 pasar rakyat di tiga provinsi di Sumatra terdampak banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

Data tersebut menjadi dasar awal pemerintah untuk menentukan langkah percepatan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
 
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pasar-pasar yang terendam banjir masing-masing tersebar di Aceh sebanyak 65 lokasi, Sumatera Utara 44 lokasi, dan Sumatera Barat tiga lokasi. 
 
Pendataan awal dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait sejak awal pekan.
 
“Kemarin sudah diidentifikasi berapanya. Pak Dirjen juga sudah komunikasi dengan PU. Jadi, di Sumatera Utara ada 44, di Sumatera Barat tiga, Aceh 65,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/12/2025). 
 
 
Dirinya menjelaskan, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan renovasi infrastruktur pasar. Kolaborasi kedua lembaga menjadi krusial agar proses perbaikan dapat segera dimulai.
 
Menurut Budi, pihaknya akan menyiapkan rekomendasi teknis untuk menentukan pasar mana saja yang masuk kategori prioritas perbaikan. 
 
Penentuan prioritas akan mempertimbangkan tingkat kerusakan, urgensi pemulihan, serta dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.
 
“Kita identifikasi, nanti mana yang jadi prioritas untuk dibangun. Kita komunikasi dengan PU karena biasanya PU minta rekomendasi dari kami,” tegasnya.
 
Saat ini, Kemendag masih melakukan verifikasi lapangan terhadap tingkat kerusakan masing-masing pasar. 
 
Kerusakan tersebut dikategorikan mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar alokasi anggaran dan percepatan intervensi.
 
Budi menegaskan bahwa perbaikan akan difokuskan pada pasar yang mengalami kerusakan paling parah. 
 
Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat kembali pulih dan suplai kebutuhan pokok tidak terhambat.
 
Sementara itu, pemerintah pusat sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggaran sebesar Rp51 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar pascabencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. 
 
Estimasi anggaran itu disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dalam rapat koordinasi nasional.
 
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan perhitungan awal yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. 
 
Dari total kebutuhan anggaran, porsi terbesar diperlukan untuk perbaikan infrastruktur di Aceh.
 
“Secara umum kebutuhan anggaran yang dihitung Kementerian PU untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di tiga provinsi itu sekitar Rp51 triliun, dengan porsi terbesar di Aceh,” kata AHY usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pascabencana Sumatra di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
 
AHY memaparkan bahwa estimasi anggaran tersebut mencakup penanganan jaringan jalan dan jembatan, infrastruktur sumber daya air seperti bendung dan tanggul, fasilitas air bersih dan sanitasi, hingga prasarana sosial seperti sekolah dan rumah ibadah. 
 
Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi dapat berjalan paralel dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa