Akurat

Tata Kelola dan Transparansi Kunci Sukseskan Swasembada Pangan

Hefriday | 9 Desember 2025, 18:07 WIB
Tata Kelola dan Transparansi Kunci Sukseskan Swasembada Pangan

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa upaya menuju swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada program teknis, tetapi harus ditopang oleh tata kelola yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (9/12/2025). 
 
Suwandi menuturkan bahwa integritas merupakan fondasi untuk memastikan seluruh kebijakan pertanian sampai pada tujuan yang sesungguhnya, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 
 
Menurutnya, integritas bukan hanya slogan, tetapi standar kerja yang wajib diterapkan dalam setiap layanan publik dan program strategis.
 
“Nilai-nilai itu terus diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam kegiatan pelayanan publik serta program akselerasi kemandirian pangan,” ujar Suwandi.
 
 
Dirinya menjelaskan bahwa penerapan nilai BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang menjadi dasar penguatan budaya kerja di lingkungan Kementan. 
 
Nilai tersebut diyakini mampu menjaga agar kebijakan pertanian tetap berpihak pada petani dan berjalan secara terukur.
 
Kementan juga memperkuat kanal pengawasan dan pelaporan agar potensi penyimpangan dapat ditindak lebih cepat. 
 
Salah satunya melalui kanal “Lapor Pak Amran” dengan nomor 082311109390, yang disiapkan untuk menampung pengaduan terkait dugaan penyimpangan program.
 
Suwandi menegaskan bahwa masalah di lapangan selalu ada, namun dengan pengawasan yang kuat, penyelesaiannya dapat dilakukan secara cepat dan transparan. 
 
Dirinya menambahkan bahwa aparatur Kementan wajib bekerja secara tegak lurus demi kepentingan petani.
 
Selain kanal pengaduan, Kementan terus mengembangkan ekosistem pengendalian integritas melalui whistleblowing system, sistem pengendalian internal (SPI), hingga pembangunan zona integritas seperti Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
 
“Upaya mencegah korupsi itu harus berkelanjutan. Internalisi integritas dan pembangunan wilayah bebas korupsi adalah langkah penting untuk memastikan kepercayaan publik,” kata Suwandi.
 
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto yang hadir secara virtual mengingatkan bahwa korupsi dalam bentuk apa pun masih menjadi ancaman serius bagi tata kelola pemerintahan. 
 
Dirinya meminta seluruh aparatur Kementan menjaga integritas sepanjang tahun, bukan hanya pada peringatan Hakordia.
 
Setyo mendorong Kementan untuk mempercepat penerapan tata kelola bersih sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Bahkan, ia meyakini Kementan dapat lebih cepat mencapai target tersebut di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
 
Peringatan Hakordia 2025 itu diikuti lebih dari 900 peserta dari balai, satuan kerja provinsi hingga kabupaten, serta jajaran pusat. 
 
Kementan menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan akuntabilitas agar seluruh program menuju swasembada pangan berjalan dengan bersih dan dipercaya publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa