Akurat

Mentan Amran: Alumni IPB Harus Jadi Kunci Swasembada Pangan RI

Andi Syafriadi | 21 Desember 2025, 07:30 WIB
Mentan Amran: Alumni IPB Harus Jadi Kunci Swasembada Pangan RI

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta, peran aktif alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengawal program swasembada pangan nasional sekaligus mempercepat hilirisasi pertanian.

Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Amran dalam Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Alumni (HA) IPB yang digelar di Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Amran menegaskan bahwa tantangan pangan ke depan semakin kompleks seiring perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik, dan tekanan global yang terus meningkat.

Baca Juga: Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL

Menurut Amran, kondisi tersebut menuntut kebijakan pertanian yang tidak hanya responsif, tetapi juga berbasis sains dan inovasi. Karena itu, kontribusi alumni IPB dengan latar belakang keilmuan yang luas dinilai sangat krusial dalam merumuskan sekaligus mengeksekusi kebijakan strategis di sektor pangan.

Dirinya mengungkapkan, sekitar 20 hingga 30% tenaga ahli, staf khusus, hingga direktur jenderal di Kementerian Pertanian berasal dari IPB. Hal itu menunjukkan alumni IPB telah menjadi bagian penting dalam penggerak pembangunan pertanian nasional.

“Pertanian Indonesia maju karena keberadaan IPB. Alumni IPB adalah yang terbaik, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara bahkan Asia,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa target swasembada pangan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto merupakan tantangan besar. Target tersebut membutuhkan kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta dukungan keilmuan yang kuat.

Amran menegaskan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Menteri Pertanian harus dijawab dengan pembuktian nyata. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Baca Juga: Kementan Gercep Pulihkan 40 Ribu Ha Lahan Pertanian Terdampak Banjir

Dirinya juga mengungkapkan capaian produksi pertanian nasional saat ini telah mendapatkan pengakuan internasional. Bahkan, proyeksi swasembada pangan Indonesia disebut telah disampaikan oleh lembaga internasional sebelum musim panen berlangsung.

Dalam konteks hilirisasi, Amran menekankan pentingnya mengolah hasil pertanian di dalam negeri agar nilai tambahnya dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat. Menurutnya, ekspor bahan mentah hanya memberikan nilai ekonomi yang terbatas.

“Kalau kita hanya mengekspor bahan mentah, nilainya kecil. Tapi kalau kita hilirisasi, nilainya bisa berlipat. Di sinilah peran alumni sebagai penggerak industri, inovasi, dan kewirausahaan pertanian,” kata Amran.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Amran menyatakan Kementerian Pertanian siap membeli varietas padi unggul IPB 3S, inovasi dari IPB, untuk memperkuat program swasembada pangan. Varietas tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pemanfaatan varietas IPB 3S secara luas, berkelanjutan, dan inklusif. “Ini karya anak bangsa dan harus menjadi kekuatan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet menyampaikan Munas HA IPB menjadi momentum strategis untuk merumuskan peran alumni dalam menjawab tantangan masa depan di tengah perubahan global yang cepat.

Menurut Alim, Himpunan Alumni IPB berperan sebagai jembatan antara kampus dan dunia nyata, sekaligus penguat relevansi lulusan dan penyiapan pemimpin masa depan. Ia menambahkan, IPB terus memperkuat kolaborasi keilmuan dan hingga kini masih menjadi kampus pertanian terbaik di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A