INCO Gandeng PT Pamapersada Nusantara Garap Blok Pomalaa

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk (VALE) meneken perjanjian jasa pertambangan dengan PT Pamapersada Nusantara pada Rabu, 28 Mei 2025 lalu.
Perjanjian jasa pertambangan ini sehubungan dengan jasa penambangan dan pengangkutan material bijih nikel di Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara (milik INCO).
Menurut Sekretaris Perusahaan INCO, Wiwik Wahyuni, cakupan pekerjaan dari perjanjian tersebut meliputi jasa pengupasan lapisan tanah, jasa penambangan dan pengangkutan bijih nikel.
Baca Juga: Stafsus Menteri ESDM: Negosiasi Akhir Divestasi Vale (INCO) ke MIND ID Masih Berlangsung
"Serta pembangunan infrastruktur yang terkait dengan jasa pertambangan," ujar Wiwik dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (30/5/2025).
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merupakan perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia.
Vale Indonesia (INCO) telah mengumumkan sumber daya awal sebanyak 825 juta wmt saprolit dan 533 juta wmt bijih limonit.
Raja nikel tersebut juga mengungkapkan peningkatan cadangan limonit yang signifikan menjadi 564 juta wmt atau naik 63% yoy, sebagai hasil dari konversi sumber daya menjadi cadangan pada 2024.
Selain itu, Vale Indonesia mengajukan RKAB sebesar 2,2 juta ton per tahun pada April 2025.
Dari sisi kinerja saham, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan peringkat saham INCO menjadi buy dengan target harga Rp3.300. Namun pada perdagangan 28 Mei 2025, saham INCO sudah ada di level Rp3.510.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










