Stafsus Menteri ESDM: Negosiasi Akhir Divestasi Vale (INCO) ke MIND ID Masih Berlangsung

AKURAT.CO Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Irwandi Arif, mengungkapkan bahwa proses negosiasi akhir terkait divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih berlangsung.
Meskipun demikian, detail lebih lanjut mengenai perkembangan negosiasi tersebut belum diungkapkan secara rinci. "Masih dalam proses," kata Irwandi kepada Akurat.co, Senin malam (19/2/2024).
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa kesepakatan terkait divestasi saham Vale Indonesia akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Ubah KK Inco Jadi IUPK
Jika Presiden memberikan persetujuan, BUMN akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan pemegang saham Vale terkait divestasi tersebut.
"Saya akan melaporkan kesepakatan divestasi Vale kepada Bapak Presiden, setelah negosiasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Kementerian BUMN, Kementerian Investasi, dan Kementerian ESDM mencapai harga yang sesuai. Setelah mendapat persetujuan dari Bapak Presiden, barulah akan ada penandatanganan kerja sama antara BUMN dan Vale," ungkap Erick di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Minggu (18/2/2024).
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa MIND ID dan para pemegang saham PT Vale Indonesia Tbk telah mencapai kesepakatan harga terkait divestasi saham.
Arifin menegaskan bahwa saat ini proses tinggal pada tahap administrasi. "Iya, insyaallah sudah tinggal administrasi saja," kata Arifin di Gedung Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/2/2024).
Meskipun demikian, Arifin tidak memberikan rincian harga yang disepakati, hanya menyebut bahwa harga saham berada dalam kisaran Rp 3.000-an per saham. "Kepalanya tiga, tapi kepalanya mendem," tambahnya.
Diketahui, saham INCO saat ini mayoritas (43,79%) dikempit Vale Canada Limited, disusul MIND ID 20%, Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. 15,03% dan sisanya masyarakat. Nantinya INCO bakal mendivestasi 14% sahamnya ke MIND ID untuk melepas statusnya sebagai PSP atau pengendali.
Jika sukses, ini akan menjadi nasionalisasi tambang raksasa asing kedua di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi usai divestasi Freeport atau PTFI. Pada 27 September 2018, pemerintah menandatangani perjanjian untuk menuntaskan akuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Dengan demikian PTFI sudah jatuh ke pelukan Ibu Pertiwi dari pemegang mayoritas sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






