Akurat

Bidik Swasembada Pangan, Kementan Genjot Program Oplah di Kaltara

M. Rahman | 16 Februari 2025, 18:28 WIB
Bidik Swasembada Pangan, Kementan Genjot Program Oplah di Kaltara

AKURAT.CO Sebagai percepatan untuk mencapai target swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mangakselerasi program optimasi lahan (oplah) di Kabupaten Bulungan dan Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Untuk di Bulungan luasan lahan yang akan dioptimalkan menjadi lahan produktif seluas 8.000 hektar (Ha), sedangkan di Nunukan seluas 4.717 Ha.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan program Oplah bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa dan lahan kering.

Program ini tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian, tetapi juga bekerja sama dengan TNI, Kementerian Desa, serta berbagai pihak terkait lainnya.

“Kami akan terus mengawal program Oplah di sini. Kami ingin mendukung petani agar hasilnya segera terlihat,” kata Mentan Amran.

Program oplah ini bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya dalam pembentukan Brigade Pangan (BP) dan tenaga teknis lainnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan saat ini sudah terbentuk ribuan brigade pangan yang tersebar di berbagai provinsi. Setiap pendamping bertanggung jawab mengadvokasi lima brigade pangan.

Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan, Kementan Modernisasi Wanita Tani

“Para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing, mulai dari penggunaan varietas unggul bersertifikat dan pemanfaatan alat dan mesin modern, hingga hilirisasi dan pengelolaan kawasan secara terintegarasi dan terstruktur,” tutur Santi.

Di Kabupaten Bulungan sementara ini dikerahkan 23 orang BP dan di Nunukan 24 orang BP yang akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

"Adanya Brigade Pangan ini targetnya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan para petani dan juga produksi pangan khususnya padi agar swasembada pangan tercapai," kata Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Inneke Kusumawaty menjelaskan saat melakukan kunjungan kerja ke Kaltara dalam rangka membuka program pelatihan penguatan BP.

BP yang telah terbentuk ini juga diharapkan dapat memastikan program alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sebelumnya telah dibantu oleh pemerintah pusat dapat dioptimalkan fungsinya demi mendukung peningkatan produksi pertanian.

"Jadi alat yang sudah diberikan itu harus dioptimalkan dan dijaga, jangan hanya digunakan tidak mampu dipelihara kemudian rusak dan minta bantuan lagi (ke Kementan), nah ini yang kita hindari," sambung Inneke.

Dalam rangka meningkatkan kapabilitas petani pengelola Brigade Pangan, penyuluh pendamping Brigade Pangan dan BABINSA maka Kementan melalui Pusat Pelatihan Pertanian melaksanakan pelatihan pengelolaan Brigade Pangan.

Beberapa materi utama yang disampaikan meliputi penguatan kelembagaan Brigade Pangan, budidaya padi lahan rawa, pencatatan keuangan usaha tani Brigade Pangan, Pendampingan akses KUR (Kredit Usaha Tani) dan lainnya.

"Keberhasilan program ini adalah tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan komitmen, kerja keras, dan dedikasi agar pertanian kita semakin maju dan berkelanjutan," kata Inneke.

Inneke berharap melalui agenda pelatihan yang dilakukan, semua pihak dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengelolaan Brigade Pangan.

Dengan kerja sama yang erat dan semangat bersama, Inneke optimis dapat menciptakan sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. "Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, saya yakin kita mampu mencapai tujuan yang kita harapkan," kata Inneke.

Sementara, Bupati Bulungan, Syarwani menjelaskan bahwa dari luasan lahan yang ditetapkan di wilayahnya, ditargetkan akan ada 40 Brigade Pangan dari yang ada saat ini atau bertambah sebanyak 17 kelompok.

Peningkatan jumlah ini sejalan dengan naiknya target luasan lahan yang harua dioptimalisasi menjadi lahan produktif. "Jadi kalau di satu desa ada satu atau dua Brigade Pangan yang sudah kita resmikan beberapa waktu lalu akan ada penambahan target luasan optimalisasi lahan," kata Syarwani.

Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Nunukan Kaltara berkomitmen untuk menyukseskan program oplah atau cetak sawah yang menjadi misi besar Kementan.

Diharapkan dengan dukungan yang optimal dari pemerintah daerah ini, program swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa