Akurat

Hotman Paris Ogah Ditawari Menteri: Pendapatan Saya Jadi Pengacara Jauh Lebih Besar

Wahyu SK | 23 April 2024, 20:11 WIB
Hotman Paris Ogah Ditawari Menteri: Pendapatan Saya Jadi Pengacara Jauh Lebih Besar

AKURAT.CO Anggota Tim Hukum Prabowo-Gibran, Hotman Paris Hutapea, memberi sinyal dirinya tidak akan menerima jika ditawari menjadi menteri dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Selain gaya hidup yang tidak cocok, Hotman Paris menyebut akan menolak karena pendapatannya sebagai pengacara jauh lebih besar ketimbang gaji menteri.

"Saya susah, gaya hidup saya tidak cocok jadi menteri. Dan income saya sebagai pengacara jauh lebih besar dari seorang menteri kecuali saya mencuri. Jadi saya sudah bilang enggak cocok," katanya di Kertanegara IV, Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga: 4 Menteri Hadir di MK, Hotman Paris: Fitnah Soal Bansos Makin Terbukti Cuma Pepesan Kosong

Namun, Hotman Paris enggan menjawab secara gamblang apakah memang sudah ada tawaran menteri yang masuk.

Ia hanya menegaskan bahwa dirinya lebih bahagia dengan kondisi yang sekarang.

"Ya no comment-lah soal itu. Ya tapi memang kan lebih bahagia dengan sekarang. Laku sebagai pengacara, punya 57 klub, punya beach club terbesar," ujarnya.

Hotman Paris membeberkan, pendapatannya sebagai pengacara bisa 10 kali lipat dari menteri. Hal ini tidak terlepas karena pengalamannya sebagai pengacara internasional yang sudah malang melintang lebih dari 38 tahun.

"Jadi memang kliennya hampir semua konglomerat, bayangkan saja satu klien bisa ratusan juta. Namanya uang iuran, tanpa ada kerja. Kalau menteri kan paling Rp100 juta saja gajinya, gua dari 10 konglomerat bisa dapat Rp1 miliar per bulan. Ini saya enggak bohong karena saya puluhan tahun jadi internasional lawyer. Termasuk Pak Prabowo dan adiknya Hashim sampai sekarang masih jadi klien saya, sama semua anak dan keponakannya," jelasnya.

Baca Juga: Kubu Anies dan Ganjar Minta Gibran Didiskualifikasi, Hotman Paris: Waktu Daftar Tak Ada yang Protes

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK