Hukum Dipermainkan Kekuasaan Dijalankan Semaunya, Megawati: No, No, and No!

AKURAT.CO Pidato politik yang disampaikan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam HUT ke-51 partai banteng moncong putih, turut menyinggung praktik kesewenangan dalam mengelola negara. Mega menyentil adanya permainan hukum dan upaya menjalankan kekuasaan dengan seenaknya.
Mega menolak seluruh praktik yang disampaikannya di hadapan para kader dan tamu undangan, termasuk Wapres RI, Ma'ruf Amin. Sorotan Mega terhadap praktik hukum tak lepas dari rentetan peristiwa yang terjadi sejak akhir 2023.
"Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan, semaunya saja. No, no, and no," kata Mega, memberi sambutan di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Baca Juga: Megawati: Pemilu Bukan Alat Para Elite untuk Langgengkan Kekuasaan
Presiden ke-5 RI mengingatkan pemilu sebagai simbol demokrasi dan perjuangan parpol harus dilaksanakan secara wajar, bukan menjadi momentum penguasa melanggengkan kekuasannya. Artinya, ada moral dan etika yang perlu diberikan sebagai warisan (legacy) bagi bangsa ini.
Dia menyebutkan pula bahwa kekuasaan memiliki batasan, tidak langgeng. Apapun posisinya, bakal kehilangan jabatan.
"Kekuasaan itu akan berhenti, apapun jabatannya," kata Mega.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Minta PDIP Dukung Pemenang Pemilu 2024
Mega juga kembali berpesan kepada para kader untuk terus merawat akar rumput. PDIP yang sudah berdiri lebih dari setengah abad, sudah mengalami ragam dinamika dan pasang-surut menjaga eksistensinya.
Proses tersebut, kata Mega, merupakan gemblengan takdir terhadap ideologi dan militansi partai yang kali ini mengalami tantangan gagal mencetak hattrick. Semangat perlawanan partai terhadap kebatilan, harus dirawat dan dijaga sebagai karakter dan ideologi para kader.
"Watak dan karakter inilah yang muncul spontan ketika kita melihat ketidakadilan, kemiskinan, dan diskriminasi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








