Akurat

Perbedaan Oligarki dan Plutokrasi: Pengertian, Ciri, dan Contohnya!

Ratu Tiara | 12 September 2025, 15:21 WIB
Perbedaan Oligarki dan Plutokrasi: Pengertian, Ciri, dan Contohnya!

AKURAT.CO Dalam dunia politik, istilah oligarki dan plutokrasi sering terdengar mirip, tapi ternyata keduanya memiliki arti yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya membantu masyarakat mengetahui bagaimana sebuah kekuasaan berjalan dan penerapan seperti apa yang paling diuntungkan dalam sebuah negara.

Oligarki adalah sistem pemerintahan dimana kekuasaan dipegang oleh sekelompok kecil orang.

Sedangkan plutokrasi adalah pemerintahan yang dikendalikan oleh kelompok kaya. Dilansir dari Helpful Professor, oligarki menitikberatkan pada konsentrasi kekuasaan, sedangkan plutokrasi menitikberatkan pada pengaruh kekayaan sebagai sumber utama kontrol politik.

Oligarki dapat terbentuk melalui dominasi militer, elit politik, atau keluarga bangsawan yang memegang kendali. Plutokrasi sering terjadi di negara dengan ketimpangan ekonomi yang tinggi dimana kebijakan publik lebih menguntungkan pemilik modal besar. Kondisi ini menunjukkan bagaimana distribusi kekuasaan dipengaruhi oleh struktur sosial atau kekayaan ekonomi.

Baca Juga: Plus Minus Crazy Rich atau Plutokrasi dalam Kabinet Indonesia Maju

Ciri-ciri Oligarki

  • Kekuasaan terkonsentrasi pada kelompok kecil.
  • Keputusan politik diambil oleh elite tertentu.
  • Partisipasi rakyat dalam pemerintahan sangat terbatas.
  • Sering mengutamakan kepentingan kelompok daripada rakyat umum.


Ciri-ciri Plutokrasi

  • Kekuasaan dipegang oleh orang-orang kaya.
  • Kebijakan publik cenderung menguntungkan pemilik modal besar.
  • Pengaruh besar melalui lobi politik dan pendanaan kampanye.
  • Ketimpangan sosial dan ekonomi semakin meningkat.

Baca Juga: Perjuangan Konsumen Toyota Melawan Oligarki


Perbedaan Oligarki dan Plutokrasi

1. Dasar Kekuasaan

Oligarki didasari kelompok kecil (militer, politik, agama), sedangkan plutokrasi berbasis kekayaan.

2. Sumber Pengaruh

Oligarki mengandalkan posisi sosial/struktur, plutokrasi mengandalkan modal finansial.

3. Tujuan Kebijakan

Oligarki fokus mempertahankan dominasi kelompok, plutokrasi fokus melindungi kepentingan ekonomi.

Contoh Oligarki:

1. Sparta di Yunani Kuno

Pemerintahan dijalankan oleh sekelompok kecil warga yang berhak membuat keputusan.

2. Republik Venesia

Dikuasai oleh kaum bangsawan yang membentuk Dewan Besar sebagai pengendali negara.

3. Beberapa negara modern dengan satu partai dominan

Partisipasi politik rakyat dibatasi, keputusan hanya dipegang elite partai.

Contoh Plutokrasi:

1. Era Gilded Age di Amerika Serikat

Tokoh seperti John D. Rockefeller dan Andrew Carnegie sangat berpengaruh dalam kebijakan ekonomi dan politik.

2. Monarki Absolut yang Kaya

Raja atau penguasa memegang seluruh kekayaan negara untuk mempertahankan kekuasaan.

3. Negara modern dengan pengaruh besar lobi bisnis

Kebijakan publik cenderung berpihak pada korporasi atau kelompok kaya yang mendanai kampanye politik.

Dengan memahami perbedaan dan contohnya, masyarakat dapat melihat bagaimana kekuasaan bisa membentuk kebijakan yang memengaruhi kehidupan banyak orang.

Kesadaran masyarakat ini penting agar mereka lebih kritis dalam menilai apakah pemerintahan bekerja demi kepentingan umum atau hanya segelintir kelompok yang berkuasa.

Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R