Apa Saja 5 Contoh Penerapan Bhinneka Tunggal Ika? Salah Satunya Seni dan Kebudayaan Lokal

AKURAT.CO Bhinneka Tunggal Ika, semboyan nasional Indonesia yang berasal dari bahasa Jawa Kuno, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini diwujudkan melalui berbagai tindakan dan kebijakan.
Berikut adalah lima contoh penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia:
1. Pendidikan Multikultural:
Di sektor pendidikan, penerapan Bhinneka Tunggal Ika terlihat melalui upaya untuk mempromosikan pendidikan multikultural.
Sekolah-sekolah memperkenalkan kurikulum yang mencakup berbagai aspek budaya, agama, dan tradisi lokal, memastikan siswa memahami dan menghargai keberagaman sejak dini.
2. Keragaman Bahasa dan Bahasa Daerah:
Pengakuan dan perlindungan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari keberagaman bahasa di Indonesia merupakan penerapan Bhinneka Tunggal Ika.
Di samping Bahasa Indonesia, Bahasa daerah memiliki peran yang kuat dalam kehidupan masyarakat lokal.
3. Kerukunan Antarumat Beragama:
Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam kerukunan antarumat beragama. Indonesia mengakui dan menghormati berbagai keyakinan agama.
Negara memberikan kebebasan beragama dan melindungi hak-hak warga untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
4. Hari Libur Nasional:
Adanya hari libur nasional yang mencakup perayaan dari berbagai agama merupakan langkah nyata dalam menerapkan Bhinneka Tunggal Ika.
Ini menciptakan momen di mana semua warga Indonesia dapat merayakan hari penting sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
5. Dukungan terhadap Seni dan Kebudayaan Lokal:
Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam dukungan pemerintah terhadap seni dan kebudayaan lokal.
Berbagai festival seni, tarian, musik, dan pameran seni digelar untuk merayakan keanekaragaman budaya di seluruh nusantara.
Ini memberikan wadah bagi masyarakat untuk memahami dan merayakan keindahan keberagaman tersebut.
Baca Juga: Nilai-nilai Apa Yang Terkandung Dalam Bhinneka Tunggal Ika? Simak 8 Poin Berikut
Mendorong Dialog Antarbudaya:
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika juga melibatkan promosi dialog antarbudaya.
Pemerintah dan lembaga swasta mengorganisir forum dan acara yang memungkinkan pertukaran ide, pandangan, dan pengalaman antara berbagai kelompok masyarakat.
Tantangan dan Upaya Lanjutan:
Meskipun terdapat berbagai upaya penerapan Bhinneka Tunggal Ika, tantangan tetap ada.
Konflik dan ketegangan antarkelompok terkadang muncul, menunjukkan bahwa pembangunan kesadaran Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditingkatkan.
Kesimpulan:
Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia melibatkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, bahasa, hingga praktik-praktik budaya dan agama.
Melalui upaya ini, Indonesia terus berusaha membangun masyarakat yang inklusif, menghargai, dan merayakan keberagaman sebagai kekuatan utama dalam menyatukan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








