Kunci Jawaban Modul 1 Topik 3 PPG 2025: Menerapkan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL)

AKURAT.CO Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 kembali menghadirkan topik penting yang relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, yaitu Teaching at The Right Level (TaRL).
Pendekatan ini dikenal efektif dalam membantu guru menyesuaikan proses belajar dengan kemampuan dasar setiap siswa, bukan berdasarkan usia atau kelas semata.
Topik “Menerapkan Pendekatan Teaching at The Right Level pada Pembelajaran” menjadi salah satu bahasan utama dalam Modul Pembelajaran Mendalam dan Asesmen (Umum) di platform Ruang GTK. Saat ini, pelaksanaan PPG 2025 telah memasuki tahap kedua dan diikuti ribuan guru di seluruh Indonesia yang tengah berjuang memperoleh sertifikat pendidik.
Bagi peserta yang tengah mempelajari modul ini, terdapat latihan pemahaman berupa 10 soal pilihan ganda. Untuk membantu guru memahami materi dengan lebih baik, berikut kunci jawaban dan pembahasannya yang bisa dijadikan referensi belajar.
Mengenal Konsep Teaching at The Right Level (TaRL)
TaRL merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kemampuan aktual siswa, bukan pada tingkat kelas atau usia.
Metode ini dikembangkan untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal, terutama dalam aspek literasi, numerasi, maupun mata pelajaran sains.
Melalui asesmen awal, guru dapat memetakan kemampuan peserta didik dan menyesuaikan strategi belajar agar setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai tingkat kemampuannya.
Kunci Jawaban Latihan Pemahaman: Menerapkan Teaching at The Right Level (TaRL)
Berikut rangkuman soal dan kunci jawaban Modul 1 Topik 3 PPG 2025, lengkap dengan konteks pembelajaran yang diujikan kepada peserta:
1. Makna yang paling menggambarkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah...
-
Pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik
-
Pembelajaran sesuai dengan usia peserta didik
-
Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam
-
Pembelajaran sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik
-
Pembelajaran sesuai dengan kepribadian peserta didik
Kunci Jawaban: Pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal peserta didik yang beragam
Pendekatan ini menempatkan setiap siswa sesuai tingkat pemahamannya agar proses belajar berjalan efektif, inklusif, dan relevan bagi semua.
2. Tujuan dilakukannya asesmen awal pada pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah...
-
Mendapatkan data kepribadian peserta didik
-
Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik
-
Mendapatkan data keluarga peserta didik
-
Mendapatkan data minat dan bakat peserta didik
-
Mendapatkan data prestasi peserta didik
Kunci Jawaban: Mendapatkan data kemampuan awal peserta didik
Asesmen awal menjadi fondasi penting agar guru mengetahui sejauh mana kesiapan peserta didik terhadap materi pembelajaran.
3. Hal yang perlu dipertimbangkan oleh guru ketika merancang aktivitas pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah...
-
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan kurang
-
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan sedang
-
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan peserta didik yang memiliki kemampuan cepat
-
Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang beragam
-
Aktivitas dapat dirancang tanpa mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Kunci Jawaban: Aktivitas dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik yang beragam
Guru perlu merancang kegiatan belajar yang fleksibel agar seluruh peserta didik bisa berkembang sesuai potensinya masing-masing.
4. Berikut ini merupakan hal yang perlu dilakukan guru pada persiapan rencana asesmen awal, kecuali...
-
Melakukan identifikasi karakteristik peserta didik
-
Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik
-
Merencanakan bentuk asesmen yang diberikan
-
Merencanakan jadwal, lokasi, dan waktu asesmen
-
Merancang instrumen asesmen penilaian sesuai capaian pembelajaran
Kunci Jawaban: Melakukan identifikasi latar belakang keluarga peserta didik
Dalam konteks TaRL, fokus utama asesmen awal adalah pada kemampuan akademik awal siswa, bukan pada aspek keluarga.
5. Ketika merancang pembelajaran, guru dapat melakukan diferensiasi pada proses, konten, dan produk. Diferensiasi yang dipilih pada penerapan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL adalah...
-
Diferensiasi proses saja, diferensiasi konten dan diferensiasi produk tidak mungkin digunakan
-
Diferensiasi konten saja, diferensiasi proses dan diferensiasi produk tidak mungkin digunakan
-
Diferensiasi produk saja, diferensiasi proses dan diferensiasi konten tidak mungkin digunakan
-
Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan tapi tidak dapat digunakan semua dalam satu pembelajaran
-
Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapi pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan
Kunci Jawaban: Semua jenis diferensiasi pembelajaran dapat digunakan, akan tetapi pemilihannya disesuaikan dengan kebutuhan
Artinya, guru bebas mengombinasikan strategi pembelajaran sesuai kondisi dan kebutuhan peserta didik di kelasnya.
6. Hasil asesmen kognitif awal dapat digunakan guru untuk hal-hal berikut ini, kecuali...
-
Menentukan tujuan pembelajaran
-
Menentukan pengelompokan peserta didik
-
Menentukan aktivitas pembelajaran
-
Menentukan media pembelajaran
-
Menentukan sumber belajar
Kunci Jawaban: Menentukan tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran biasanya sudah ditetapkan sebelumnya dalam kurikulum. Asesmen awal hanya membantu guru menyesuaikan strategi pelaksanaannya.
7. Pak Panji akan mengajarkan sebuah topik baru kepada peserta didiknya, namun ia belum mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi prasyaratnya. Hal yang perlu dilakukan oleh Pak Panji adalah...
-
Melakukan wawancara pada beberapa peserta didik terkait pengalaman belajar terkait topik prasyarat ini
-
Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik
-
Meminta data pada pihak sekolah terkait minat dan bakat peserta didik
-
Mempersiapkan kegiatan pembelajaran sambil mengira-ngira kebutuhan peserta didik
-
Langsung mengajar dan melakukan improvisasi di tempat ketika menemukan adanya perbedaan kemampuan peserta didik
Kunci Jawaban: Merencanakan pelaksanaan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik
Langkah ini penting agar strategi pengajaran lebih terarah dan sesuai kebutuhan aktual siswa.
8. Sebagai seorang guru, Ibu Dewi menyadari bahwa peserta didiknya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya. Namun pada pelaksanaannya, ia mengalami kesulitan karena begitu banyak pertanyaan yang muncul dari setiap kelompok. Hal yang perlu dilakukan Ibu Dewi adalah...
-
Memberikan bantuan pada setiap peserta didik secara bergiliran dan meminta peserta didik untuk saling menunggu giliran
-
Memfasilitasi peserta didik untuk dapat saling berkolaborasi dan bertukar pengetahuan sehingga mereka dapat membantu satu sama lain dan mengkonfirmasi pemahamannya pada guru
-
Meminta peserta didik untuk bekerja sebisanya terlebih dahulu baru nanti dijelaskan secara umum
-
Semua benar
-
Semua salah
Kunci Jawaban: Memfasilitasi peserta didik untuk saling berkolaborasi
Pendekatan kolaboratif membantu menciptakan suasana belajar aktif dan menumbuhkan rasa tanggung jawab antar peserta didik.
9. Diberikan langkah-langkah berikut ini:
-
Menentukan tujuan pembelajaran
-
Melakukan asesmen awal kemampuan awal
-
Melakukan asesmen sumatif
-
Merancang kegiatan pembelajaran
-
Mempersiapkan sistem pendukung pembelajaran
Alur/tahapan yang perlu dilakukan oleh guru untuk merencanakan pembelajaran berbasis TaRL adalah...
-
1-2-4
-
1-3-5
-
4-3-2
-
1-2-3
-
3-4-5
Kunci Jawaban: 1-2-4
Urutan ini menggambarkan bagaimana guru menentukan tujuan, memetakan kemampuan siswa, lalu merancang aktivitas belajar yang sesuai.
10. Ibu Diaz melaksanakan pembelajaran pada topik perkalian. Ia mendapati bahwa sebagian peserta didik kesulitan mengikuti pembelajaran karena kurang menguasai materi prasyaratnya. Sebaliknya, sebagian peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah. Berikut ini langkah yang perlu dilakukan Ibu Diaz pada pembelajaran berikutnya untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali...
-
Mengembangkan diferensiasi konten
-
Mendesain diferensiasi kegiatan pembelajaran
-
Menerapkan asesmen awal kognitif
-
Merumuskan diferensiasi asesmen formatif
-
Merumuskan diferensiasi produk/proyek
Kunci Jawaban: Menerapkan asesmen awal kognitif
Asesmen awal dilakukan di tahap perencanaan, bukan saat pembelajaran sudah berjalan. Jadi, langkah ini tidak lagi relevan dalam konteks perbaikan.
Kesimpulan
Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran berdasarkan kemampuan nyatanya.
Melalui asesmen awal dan pembelajaran diferensiasi, guru dapat memastikan seluruh peserta didik berkembang sesuai potensinya tanpa ada yang tertinggal.
Kalau kamu sedang mengikuti PPG 2025, pahami setiap konsep TaRL ini dengan baik agar latihan pemahaman bisa kamu kerjakan dengan lebih percaya diri.
Pantau terus update terbaru seputar PPG dan kunci jawaban latihan modul lainnya di AKURAT.CO.
FAQ
1. Apa itu Teaching at The Right Level (TaRL)?
Teaching at The Right Level (TaRL) adalah pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan proses belajar dengan kemampuan aktual siswa, bukan berdasarkan usia atau tingkat kelas. Tujuannya agar setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan level pemahamannya.
2. Mengapa pendekatan TaRL penting dalam dunia pendidikan?
Karena pendekatan ini membantu guru memastikan semua siswa belajar sesuai dengan kemampuan dasarnya. Tidak ada siswa yang tertinggal, terutama dalam bidang literasi, numerasi, dan sains dasar.
3. Apa yang menjadi fokus utama dalam penerapan TaRL di kelas?
Fokus utamanya adalah melakukan asesmen awal untuk mengetahui kemampuan siswa, kemudian merancang strategi dan aktivitas belajar yang berbeda sesuai tingkat pemahaman masing-masing kelompok siswa.
4. Apa manfaat penerapan Teaching at The Right Level bagi guru PPG 2025?
Manfaatnya antara lain meningkatkan efektivitas pembelajaran, membantu guru memahami kondisi riil peserta didik, serta memudahkan dalam menerapkan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
5. Bagaimana langkah-langkah menerapkan TaRL di kelas?
Langkah-langkahnya meliputi:
-
Menentukan tujuan pembelajaran,
-
Melakukan asesmen awal kemampuan siswa,
-
Merancang kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen,
-
Melaksanakan pembelajaran diferensiasi sesuai kebutuhan.
6. Apa tujuan utama dilakukannya asesmen awal dalam TaRL?
Tujuan asesmen awal adalah memperoleh data kemampuan dasar peserta didik agar guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dan efektif bagi setiap kelompok kemampuan.
7. Apa perbedaan antara pembelajaran berbasis kelas dan pembelajaran berbasis kemampuan (TaRL)?
Pembelajaran berbasis kelas menyesuaikan materi dengan tingkat kelas siswa, sedangkan TaRL menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan aktual siswa, meskipun mereka berada di kelas yang sama.
8. Jenis diferensiasi apa saja yang bisa digunakan dalam pendekatan TaRL?
Guru dapat menggunakan tiga jenis diferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Pemilihannya disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan peserta didik di kelas.
9. Bagaimana guru dapat mengatasi kesulitan saat menerapkan TaRL di kelas besar?
Guru dapat mendorong kolaborasi antar siswa, membentuk kelompok belajar sesuai level kemampuan, dan memanfaatkan asesmen formatif untuk memantau perkembangan tiap kelompok.
10. Di mana guru bisa mengakses latihan dan kunci jawaban Modul 1 Topik 3 PPG 2025?
Guru dapat mempelajari latihan dan pembahasan lengkapnya melalui platform Ruang GTK atau mengikuti pembahasan kunci jawaban dan panduan belajar yang diperbarui di situs [nama media kamu].
11. Apakah kunci jawaban ini bisa langsung digunakan untuk mengisi soal PPG?
Kunci jawaban ini bersifat referensi belajar. Sebaiknya guru memahami konsepnya agar dapat menjawab soal dengan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.
12. Bagaimana cara guru memastikan keberhasilan penerapan TaRL di kelas?
Guru perlu terus melakukan refleksi, memantau kemajuan siswa berdasarkan asesmen formatif, serta menyesuaikan pendekatan belajar agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa dari waktu ke waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









